TikTok Akhirnya Larang Konten Video Diet dan Puasa Makan Berlebihan

Sonia Basoni - detikFood
Sabtu, 12 Feb 2022 11:00 WIB
5 Tren Diet yang Diprediksi Bakal Populer Tahun 2022
Foto: iStock
Jakarta -

Semakin marak konten video yang mempromosikan diet berbahaya hingga puasa makan untuk turunkan berat badan. TikTok akhirnya ambil langkah serius tentang hal ini.

Menjadi salah satu media sosial berbasis video yang diakses banyak orang di seluruh dunia. TikTok kini mulai membenahi kebijakan konten hingga postingan yang ada di platform mereka. Salah satunya tentang larangan video diet berlebihan, sampai video yang mempromosikan puasa makan untuk menurunkan berat badan yang berbahaya untuk kesehatan.

Dilansir dari Insidehook (11/02), TikTok akhirnya memutuskan untuk mulai menghapus konten berupa video-video yang menyarankan orang untuk diet, membatasi asupan makanan sampai olahraga berlebihan.

Sebenarnya kebijakan ini mulai dibahas sejak empat bulan lalu, setelah mereka melihat semakin menjamurnya video-video yang bisa membuat pengguna mengalami gangguan makan.

Pada akhir Desember lalu, situs The Wall Street Journal mengunkapkan bahwa TikTok menjadi penyebab utama yang memperparah pengguna remaja mengalami gangguan makan. Ditambah dengan sistem algoritma dari TikTok, yang akan menyuguhkan konten serupa yang pernah disukai pengguna.

Baca Juga: Dilarang Makan 2 Minggu Oleh Fotografer, Model Ini Langsung Marah" selengkapnya

Jadi video tentang diet dan membatasi secara berlebihan ini akan selalu muncul di setiap timeline pengguna, yang pernah menyukai atau menonton video tentang diet dan semacamnya.

Setidaknya ada lebih dari ribuan video tentang meurunkan berat badan yang diunggah ke TikTok dalam waktu hitungan minggu saja. Video-video diet ini tak sepenuhnya benar, bahkan banyak yang mempromosikan diet tidak sehat dan berbahaya.

Mengapa Resolusi Diet Awal Tahun Selalu Gagal, Ini Penjelasan DokterDiet berlebihan. Foto: Getty Images/iStockphoto/esolla

Salah satunya tren 'Corpse Bride Diet', di mana beberapa pengguna TikTok membuat kompetisi jelang Natal. Dengan aturan, orang-orang harus menurunkan berat badan mereka sebanyak mungkin sebelum Natal tiba.

Jika ada yang gagal, mereka akan mengejek orang-orang tersebut karena menyerah untuk menjadi kurus.

"Kalian sadar kan, menyerah dalam waktu seminggu tidak akan membuat perubahan apapun? Kalian sangat menjijikkan, dan memalukan," ungkap salah satu pengguna TikTok yang membuat kompetisi ini.

Menanggapi hal ini, TikTok langsung bekerja keras untuk mengubah algoritma video di sistem mereka. Mereka mulai membatasi video-video tentang makan dan diet yang dianggap berbahaya dan menyebarkan informasi palsu.

Bahkan pihak TikTok mengatakan bahwa mereka sudah menghapus banyak konten video yang mempromosikan gangguan makan, atau eating disorders. Kini mereka akan lanjut menghapus video-video yang mempromosikan olahraga secara berlebihan, atau mengajarkan orang-orang puasa dalam waktu.

"Kami membuat perubahan ini tentunya dengan konsultasi kepada ahli kesehatan yang menangani kasus gangguan makan, peneliti hingga psikolog. Kami sadar banyak orang yang bisa mengalami pola makan tidak sehat, tanpa memiliki diagnosa gangguan makan," ungkap pihak TikTok dalam salah satu pernyataan mereka.

Selain membatasi unggahan video tentang diet dan pola makan berbahaya. TikTok juga tengah membenahi sistem mereka dari video yang mengandung kabar hoax, ujaran kebencian, khususnya terkait dengan komunitas LGBTQ+.

Baca Juga: Kurangi Limbah Makanan, China Awasi Video Makan di Internet" selengkapnya



Simak Video "Kisah Driver Ojol Antar Makanan Saat Anaknya Meninggal Disebut Modus Belaka"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)