Dituduh Anoreksia, Wanita Ini Ternyata Punya Penyakit Langka Tak Bisa Makan

ADVERTISEMENT

Dituduh Anoreksia, Wanita Ini Ternyata Punya Penyakit Langka Tak Bisa Makan

Sonia Basoni - detikFood
Selasa, 08 Feb 2022 17:30 WIB
Dituduh Anoreksia, Wanita Ini Ternyata Punya Penyakit Langka Tak Bisa Makan
Foto: DailyMailUK
Jakarta -

Wanita ini hanya memiliki berat badan sekitar 19 kg dan dituduh anoreksia. Padahal ia punya penyakit langka yang membuat tubuhnya sakit setelah menelan makanan.

Anoreksia merupakan salah satu gangguan makan, di mana orang-orang terobsesi dengan berat badan dan apa yang dimakannya. Biasa orang-orang pengidap anoreksia cenderung membatasi asupan makannya, sampai olahraga berlebihan.

Kondisi ini lah yang awalnya disangka banyak orang dialami oleh Nicolette Baker, dari Cornwall, Inggris. Wanite berusia 36 tahun ini dituduh anoreksia karena berat badannya hanya sekitaar 19 kg saja.

Dilansir dari DailyMailUK (08/02), ternyata Nicolette memiliki masalah kesehatan yang cukup langka. Ia ternyata menderita sindrom superior mesenteric aterial (SMAS).

Baca Juga: 7 Gangguan Pola Makan Paling Aneh, Makan Sabun hingga Kotoran Manusia!" selengkapnya


Sindrom ini sangat langka, bahkan hanya mejangkit satu dari 10 ribu orang. Penderita SMAS akan merasakan sakit hingga mual-mual setelah menyantap makanan apapun. Hal ini disebabkan oleh bagian usus kecil yang dikompresi oleh dua arteri, sehingga menghalangi pencernaan.

Karena berat badannya yang sangat di bawah rata-rata untuk wanita dewasa seusiasanya. Para dokter tidak berani melakukan operasi untuknya. Hingga kini ia hanya menerima perawatan paliatif saja.

Sepanjang hidupnya, Nicolette selalu berjuang untuk melawan ketakutannya kepada makanan. Karena ketika ia menyantap makanan apapun tubuhnya langsung sakit dan mual, sehingga ia mula jarang makan.

Dituduh Anoreksia, Wanita Ini Ternyata Punya Penyakit Langka Tak Bisa MakanDituduh Anoreksia, Wanita Ini Ternyata Punya Penyakit Langka Tak Bisa Makan Foto: DailyMailUK

Nyawanya juga dalam bahaya dan kesehatannya terus menurun. Menurutnya di Jerman ada klinik kesehatan yang menyanggupi pengobatan untuk menyelamatkan hidupnya. Tapi dibutuhkan biaya pengobatan sekitar 80 ribu poundsterling (Rp 1,5 milyar).

Walau sudah mendapatkan banyak sumbangan dari donasi yang dibukanya di situs GoFundme. Tapi Nicolette rupanya terlalu ringkih untuk berobat ke Jerman, meski akhirnya ia menguatkan dirinya untuk pergi ke sana.

"Dulu saya dirawat sebagai pasien yang memiliki gangguan makan. Saya dipaksa untuk menaikkan berat badan dengan makan, meski saluran pencernaan saya tidak bisa menampungnya. Saya merasa dilecehkan selama pengobatan ini, karena saya tidak bisa mencari dokter ahli bahwa perut saya ini sebenarnya tidak bisa mencerna makanan," ungkap Nicolette.

Selama ini Nicolette berada di bawah pengawasan National Health Service Inggris (NHS). Namun ia tidak menaruh dendam kepada NHS yang sudah salah mendiagnosa dirinya bertahun-tahun lamanya. Kini ia berharap pengobatannya ini bisa membuatnya sembuh dan hidup normal.

Baca Juga: Tinggal Tulang dan Kulit, 5 Kasus Gangguan Makan Anoreksia Ini Bikin Ngeri" selengkapnya



Simak Video "Studi Sebut Diet Rendah Lemak Lebih Efektif Dibandingkan Keto"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT