Tak Cuma Modal Tubuh Kekar Saja! Penjual Bakso Ikan Ini Giat Berjualan

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Senin, 07 Feb 2022 17:30 WIB
Tak Cuma Modal Tubuh Kekar Saja! Penjual Bakso Ikan Ini Giat Berjualan
Foto: Beam Artistes via Asia One
Jakarta -

Kisah penjual makanan tampan dan bertubuh kekar selalu menarik perhatian. Di Singapura ada penjual bakso ikan yang juga berprofesi sebagai model hingga guru les. Begini kisahnya yang gigih berjualan.

William Lin adalah pria 29 tahun asal Singapura yang punya segudang kegiatan. Ia mengambil bagian dalam kontes Mr World Singapore hingga mengajar les bahasa China.

Tak hanya itu, ia juga berjualan di hawker center milik keluarganya, Hong Xing Handmade Fishball and Meatball di Bukit Merah View Market & Hawker Centre. Sebanyak apapun kegiatan William, ia tidak pernah meninggalkan bisnis keluarganya ini.

Mengutip Asia One (4/2/2022), William tak menampik sosoknya sebagai penjual makanan di hawker center menarik perhatian karena penampilan fisiknya. "Melalui usaha saya, saya harap bisa dikenal lebih luas sebagai penjual hawker. Meski kamu seorang penjual hawker, kamu bisa melakukan hal-hal keren," katanya.

Di kedainya ia menawarkan mee pok dengan bakso ikan sebagai menu andalan. Racikan mee pok-nya sederhana, hanya dengan tambahan bumbu berbasis kecap asin, cabe, dan potongan lard (lemak babi). Untuk bakso ikannya konon sangat lembut, bahkan ada yang bilang seperti tekstur tahu.

Menomorsatukan keluarga

Tak Cuma Modal Tubuh Kekar Saja! Penjual Bakso Ikan Ini Giat BerjualanWilliam Lin, penjual bakso ikan kekar di Singapura yang juga jadi model Foto: Beam Artistes via Asia One

Pria yang tergabung dalam agency talent bernama Beam Artistes ini mengatakan dirinya berasal dari keluarga miskin di sebuah desa di Fujian, China. Orang tuanya berprofesi sebagai petani.

"Laut berada tepat di luar pintu belakang sekolah dasar saya. Saat jam istirahat, kami akan bermain di tepi laut," kenang William. Meski pesona alam kampung halamannya indah, keluarga William putuskan pindah ke Singapura pada 15 tahun lalu untuk mencari lebih banyak peluang.

Orang tuanya lantas membuka kedai bakso ikan, namun ternyata kegiatan berjualan makanan ini begitu menyita waktu. William mendapati orang tuanya berjuang amat keras setiap hari. Beban mereka terlalu berat.

Akhirnya William membantu orang tuanya menjalankan kedai penuh waktu. Ia mengorbankan pekerjaannya yang nyaman sebagai guru les bahasa China. Tadinya profesi itu merupakan pekerjaan utama, tapi sekarang menjadi pekerjaan sampingan.

Orang tua William awalnya keberatan, tapi akhirnya bisa menerima keputusan William. Ia sangat mengkhawatirkan kesehatan orang tuanya. Ia rela melakukan pekerjaan berat untuk mereka.

"Jika saya ingin mendapatkan lebih banyak uang, akan ada peluang di masa depan. Tetapi jika saya melewatkan waktu yang dihabiskan bersama orang tua saya, tidak ada kesempatan untuk melakukannya lagi," ujarnya.

William memiliki pengorbanan besar untuk menjadi penjual bakso ikan. Baca halaman selanjutnya.



Simak Video "Icip-icip Bakso Ikan Telur Asin Ahan Khas Pontianak"
[Gambas:Video 20detik]