Daging Buaya Jadi Alternatif Daging Babi, Ini Keunggulan Nutrisinya

Devi Setya - detikFood
Minggu, 06 Feb 2022 13:00 WIB
Daging dan masakan olahan buaya
Foto: Getty Images/iStockphoto/maejitr
Jakarta -

Di Thailand sedang terjadi krisis babi, jadi banyak warga beralih menyantap daging buaya. Ternyata daging buaya mengandung nutrisi tinggi dan dikabarkan rasanya enak.

Beberapa waktu lalu, warga Thailand ramai-ramai mencari daging buaya untuk dikonsumsi sebagai pengganti daging babi. Harga daging babi yang melonjak tinggi membuat warga mencari alternatif makanan lain. Daging buaya pun menjadi pilihan.

Di beberapa negara, daging buaya banyak diolah menjadi makanan. Tak hanya di Thailand, daging hewan reptil bergigi tajam ini juga sering dikonsumsi di Amerika Serikat bagian selatan, Australia, Thailand, Filipina, Afrika Selatan. Selain rasanya yang enak, daging buaya juga populer karena kandungan nutrisinya.

Daging dan masakan olahan buayaDaging dan masakan olahan buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/maejitr

Dilansir dari Cooper-Seafood (5/2) daging buaya sudah tercatat sejak zaman Dinasti Ming. Daging buaya disebut sebagai makanan lezat yang kerap hadir sebagai menu pesta pernikahan.

Di Amerika Serikat, daging buaya diproduksi di peternakan buaya dan tersedia di toko makanan khusus. Pada pertengahan tahun 1800-an, daging buaya dikonsumsi oleh orang-orang di beberapa bagian Amerika Serikat bagian Selatan. Olahan daging buaya ini disebut gumbo.

Daging buaya memiliki kandungan lemak yang rendah dan protein tinggi. Di beberapa negara, daging buaya dapat dengan mudah ditemukan di pasaran. Biasanya dijual dalam keadaan beku, tetapi juga bisa diperoleh segar.

Berbagai masakan bisa dibuat dengan menggunakan daging buaya. Bisa dipanggang, bisa ditumis, dibakar ataupun digoreng. Daging buaya yang dipotong kecil-kecil bisa dihidangkan juga dalam bentuk sup.

Dalam 90 gram daging buaya terkandung 232 kalori, 46 gram protein, 4 gram lemak, 0 kolesterol dan 0 karbohidrat. Daging buaya juga tinggi serat dan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik. Daging ini juga mengandung fosfor, kalium, vitamin B12, niasin, dan asam lemak tak jenuh tunggal.

Karena kandungan nutrisinya yang tinggi, daging buaya kerap disebut sebagai super food. Soal tekstur, daging buaya memiliki tekstur empuk padat dan lembut. Bagian ekornya adalah yang paling disukai karena empuk, sekilas rasanya mirip seperti daging ikan, babi dan ayam.

Daging bagian tengah buaya memiliki rasa yang lebih kuat daripada bagian ekor. Sementara daging bagian kaki buaya, rasanya seperti kaki katak.

Daging dan masakan olahan buayaDaging dan masakan olahan buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/maejitr

Selain enak, daging buaya juga dianggap sehat karena karbohidratnya rendah, protein tinggi, lemak rendah dan kandungan zat besinya tinggi. Dengan nutrisi ini, konsumsi daging buaya disebut mampu mengurangi risiko obesitas dan diabetes.


Daging buaya memiliki kolesterol rendah dan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang sangat baik, jadi bagus untuk kesehatan jantung. Dagingnya juga dipercaya dapat membantu menyembuhkan pilek dan asma.

Di Indonesia, daging buaya bukanlah makanan yang lazim dikonsumsi. Tak banyak juga toko yang menyediakan daging buaya siap olah. Masyarakat Indonesia menganggap buaya sebagai hewan buas sehingga dagingnya bukan untuk dikonsumsi.



Simak Video "Penampakan Bakso Buaya yang Serem Tapi Enak"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/adr)