Kepala Sekolah Ini Dipecat Gegara Paksa Murid Makan dari Tempat Sampah

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 25 Jan 2022 14:30 WIB
eye of boy through key whole, child abuse concept Foto: Getty Images/iStockphoto/Favor_of_God
Jakarta -

Gegara tidak habiskan makanan Kepala sekolah ini paksa muridnya untuk makan dari tempat sampah sebagai hukuman. Akhirnya ia dipecat.

Dengan alasan mendidik anak-anak agar tidak buang makanan. Kepala sekolah dan beberapa pengajak di sekolah dasar Palm Elementary School di Cleveland, Amerika, tega menghukum murid perempuan yang masih kecil untuk makan dari tempat sampah.

Dilansir dari Bossip (24/01), kepala sekolah bernama Debra Pustulka ini dibantu pengajar di sana bernama Monika Sommers, menghukum seorang murid berusia 9 tahun untuk makan dari tempat sampah.

Aksi ini terekam dalam kamera CCTV di sekolah tersebut, yang membuat publik geram dan menuduh Debra sudah melakukan kekerasan pada anak di bawah umur.

Baca Juga: Tega! Takut COVID-19, Sekolah Paksa Murid Makan di Luar Dalam Suhu Dingin" selengkapnya


Dalam rekaman CCTV itu, keduanya memantau murid tersebut untuk menghabiskan makan siangnya dari dalam tempat sampah yang kotor dan bau.

Tiap Rumah Tangga di Dunia Buang 74 Kg Makanan SetahunBuang makanan. Foto: iStock

Keluarga murid tersebut mengaku bahwa putri mereka meminta menu makanannya diganti, tapi ditolak oleh Debra. Ia lalu memaksa murid itu untuk menghabiskan sisa waffle yang ada di menu makanannya, tapi ia harus menghabiskannya di dalam tempat sampah.

"Di video tersebut tampak terdakwa mengambil wafel dari tempat sampah kemudian menyuruh murid itu mengambil tisue, dan kembali ke tempat duduknya. Kemudian ia memaksa murid untuk memakan waffle yang berasal dari tempat sampah tersebut," ungkap Jared Kelbanow, kuasa hukum keluarga korban.

Karena aksi pemaksaan ini, kepala sekolah dan pengajar itu langsung dipecat. Apalagi murid itu langsung sakit setelah pulang sekolah, dan harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam.

Aksi Debra ini disebut membahayakan keselamatan murid berusia 9 tahun tersebut, yang tentunya melanggar peraturan yang berlaku. Menanggapi hal ini, pihak sekolah yaitu Lorain City Schools Superintendent langsung meminta maaf secara personal ke keluarga murid.

"Tindak pelanggaran apapun terhadap martabat dan rasa hormat kepada siswa kami, tidak bisa ditoleransi. Semua murid di sini berhak mendapatkan perlakukan yang layak, serta keputusan yang bijak dari semua pengajar di sini dalam situasi apapun. Bagi semua pengajar yang tidak bisa melakukan hal itu, tidak akan kami terima di sekolah ini," sambung pimpinan sekolah, Jeff Graham.

Tak hanya membuat murid itu sakit dan mengalami demam. Tapi sang ibu mengaku bahwa kejadian ini membuat putrinya trauma dan ketakutan. Bahkan putrinya kehilangan semangat untuk pergi sekolah, dan membutuhkan perawatan khusus.

Baca Juga: Tak Tega Makanan Dibuang, Kepala Sekolah Ini Rela Habiskan Makanan Sisa Semua Muridnya"



Simak Video "Ternyata Ini Lho Perbedaan Gelato dengan Es Krim Lainnya"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com