Ajaran Islam Untuk Menjamu Tamu dengan Makanan yang Baik

Devi Setya - detikFood
Jumat, 07 Jan 2022 12:30 WIB
Ajaran Islam Untuk Menjamu Tamu dengan Makanan yang Baik
Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel
Jakarta -

Umat muslim diajarkan untuk memuliakan tamu. Ketika mengundang keluarga atau kerabat maka wajib hukumnya untuk menjamu dengan makanan yang baik dan jumlahnya cukup.

Rasulullah SAW mengajarkan untuk memuliakan tamu. Salah satu caranya yakni dengan menyediakan jamuan makanan yang layak. Menjamu tamu dengan baik juga merupakan sunnah Rasulullah SAW.

"Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya." (HR. Bukhari)

Ada beberapa adab memuliakan tamu yang diajarkan dalam ajaran Islam. Beberapa diantaranya yakni menyambut tamu dengan suka cita, menghidangkan makanan yang baik, serta tidak memilih-milih tamu undangan.

Berikut beberapa adab menjamu tamu dalam ajaran Islam:

1. Jangan hanya mengundang orang kaya

Salah satu tujuan dari mengundang tamu adalah untuk mempererat silaturahmi serta tali persaudaraan. Untuk itu, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk memilih-milih saat hendak mengundang tamu.

Bagaimana pun kondisi ekonomi kerabat, sebaiknya tidak menjadi patokan atau kriteria tamu undangan. Misalnya hanya mengundang orang kaya dan mengabaikan orang fakir.

Rasulullah SAW bahkan pernah mengatakan bahwa makanan jamuan yang paling buruk adalah makanan yang hanya dinikmati oleh orang kaya saja tanpa orang-orang fakir.


"Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan." (HR. Bukhari Muslim)

Ajaran Islam Untuk Menjamu Tamu dengan Makanan yang BaikAjaran Islam Untuk Menjamu Tamu dengan Makanan yang Baik Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

2. Menjamu tamu dengan niat baik

Segala hal yang dilakukan akan kembali lagi kepada niatnya. Jika hendak mengundang tamu, luruskan niat untuk kegiatan baik. Misalnya mengundang tamu dengan niat menjalankan Sunnah Rasulullah SAW.

Mengundang tamu juga bisa diniatkan sebagai ajang untuk berbagi kebahagiaan. Jangan sampai undangan jamuan makan yang dibuat dilakukan dengan niat berbangga diri atau berfoya - foya.

3. Menyajikan makanan sesuai kemampuan

Memang Rasulullah SAW menganjurkan untuk menghidangkan makanan yang baik untuk tamu, namun tetap harus disesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai memaksakan diri agar terlihat mewah, dan jangan pula membuat diri sendiri repot.

Hal ini pernah dibahas dalam sebuah hadits dari Anas ra. ia menuturkan," Pada suatu ketika kami berada di sisi Umar, maka ia berkata "Kami dilarang memaksa diri (membuat diri sendiri repot)"
(HR. Bukhari)



Simak Video "Asam Segar Gado-gado Bon Bin yang Sudah Ada Sejak 1960"
[Gambas:Video 20detik]