Mengapa Resolusi Diet Awal Tahun Selalu Gagal, Ini Penjelasan Dokter

Devi Setya - detikFood
Kamis, 06 Jan 2022 11:30 WIB
Mengapa Resolusi Diet Awal Tahun Selalu Gagal, Ini Penjelasan Dokter
Foto: Getty Images/iStockphoto/esolla
Jakarta -

Saat pergantian tahun, biasanya orang memiliki resolusi yang akan dijalaninya, termasuk soal diet. Tapi hampir seluruh resolusi diet awal tahun justru berakhir gagal.

Dokter ahli gizi sudah paham betul kebiasaan orang yang memiliki resolusi diet di awal tahun cenderung mengalami kegagalan. Kebanyakan orang yang membuat janji ini bahkan tidak bertahan dua bulan, apalagi setahun.

Dilansir dari Metro (5/1) menurut US News & World Report, tingkat kegagalan resolusi diet tahun baru mencapai angka 80%, dan sebagian besar orang akan kehilangan semangat pada pertengahan Februari. "Bahkan dengan niat terbaik pun, resolusi diet Tahun Baru memiliki rekam jejak yang tidak dapat diandalkan," kata Dr Alona Pulde dari Lifesum.

Berikut beberapa hal yang menyebabkan resolusi diet awal tahun selalu gagal:

1. Tidak mengubah pola makan

Sah saja menyantap berbagai makanan saat pesta pergantian tahun. Namun bukan berarti hal ini bisa dilakukan terus sepanjang tahun. Hal inilah yang terkadang tidak dihiraukan oleh para pelaku diet, mereka tidak merubah pola makannya padahal berniat menurunkan berat badan.

"Kita cenderung mencari makanan tinggi kalori untuk membuat perut terasa kenyang, padahal seharusnya mengonsumsi banyak makanan yang tinggi serat dan air," kata Dr Pulde.

Akibatnya, orang jadi berlebihan makan makanan berkalori tinggi dan tinggi lemak. Mereka lupa kalau ada target yang harus dicapai sebagai resolusi. Alhasil berat badan tidak berkurang dan diet pun gagal total.

Mengapa Resolusi Diet Awal Tahun Selalu Gagal, Ini Penjelasan DokterMengapa Resolusi Diet Awal Tahun Selalu Gagal, Ini Penjelasan Dokter Foto: Getty Images/iStockphoto/esolla

2. Diet sendirian

Perubahan itu sulit, terlebih lagi ketika kita mencobanya sendiri. Jadi faktor lain yang membuat diet tahun baru gagal adalah karena menjalankan diet seorang diri.

"Melakukan diet bersama dengan anggota keluarga atau teman akan meningkatkan keberhasilan dan membuat perubahan yang berkelanjutan. Dengan cara ini kamu dapat teratur memantau dan melaporkan kemajuan kepada orang lain selain diri sendiri," kata Dr. Pulde.

Ajak teman atau keluarga untuk menjalani diet bersama. Dengan demikian kamu memiliki semangat karena bisa saling mengingatkan. Diet bersama sang pacar juga bisa jadi pilihan, selain berat badan yang ideal, kamu dan pasangan juga akan jauh lebih sehat.

3. Tidak menentukan tujuan diet

Sebelum memutuskan untuk mulai diet, tentukan dahulu tujuan dari diet yang dijalani. Jika sudah menentukan tujuannya maka diet akan terasa lebih mudah dilakukan, dibandingkan dengan orang yang melakukan diet hanya dengan modal ikut-ikutan tren.

Tujuan dari diet sangat beragam, bisa karena ingin menurunkan berat badan, karena mengalami gangguan kesehatan atau bahkan karena merasakan stres. Jika tujuan ini sudah ditetapkan, biasanya orang akan dengan senang hati menjalaninya.



Simak Video "Lagi Diet? Bisa Konsumsi Nasi Shirataki yang Rendah Kalori"
[Gambas:Video 20detik]