Kritikus Makanan Ini Dihujani Protes Usai Sebut Ayam Goreng Korea Hambar

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 28 Des 2021 14:00 WIB
Kritikus Makanan Ini Dihujani Protes Usai Sebut Ayam Goreng Korea Hambar Foto: Getty Images/iStockphoto/Seontaek Kim
Jakarta -

Baru-baru ini seorang kritikus makanan Korea Selatan menyebut ayam goreng Korea hambar karena dibuat dari ayam yang sangat muda. Pernyataannya pun diprotes banyak orang.

Popularitas ayam goreng Korea begitu mendunia karena rasanya yang enak. Olahan ayam goreng tepung yang renyah gurih ini dibalut saus pedas, manis, dan gurih.

Tapi rupanya tak semua orang menyukai ayam goreng Korea, bahkan untuk orang Korea Selatan itu sendiri. Hal ini terbukti dari pernyataan kritikus makanan terkenal di sana, Hwang Kyo-ik.

Mengutip South China Morning Post via Asia One (26/12/21), Hwang melalui unggahan Facebook menyebut kalau ayam yang dipakai untuk membuat ayam goreng Korea disembelih dalam umur yang sangat muda. Proses ini membuat cita rasa daging ayam hambar alias tak ada rasa.

Pernyataan ini langsung menuai banyak protes. Salah satunya dari Asosiasi Unggas Korea yang mengatakan Hwang tidak perlu "merendahkan" industri ini untuk mencari publisitas diri sendiri.

"Ayam goreng Korea dibuat dari ayam yang beratnya hanya 1,5 kg. Ayam ini mungkin merupakan yang terkecil di dunia. Bagaimana mungkin anak ayam berusia 30 hari memiliki rasa? Memang kita menikmatinya karena rasanya enak, namun itu hanya karena bumbu dan saus yang bagus," tulis Hwang di Facebook.

Kritikus Makanan Ini Dihujani Protes Usai Sebut Ayam Goreng Korea HambarKritikus Makanan Ini Dihujani Protes Usai Sebut Ayam Goreng Korea Hambar Foto: Getty Images/iStockphoto/Seontaek Kim

Ia juga mengatakan penggunaan ayam yang sangat muda ini membuat ayam goreng Korea kekurangan sensasi tekstur tebal dan juicy-nya. Hwang turut menyertakan tayangan dokumenter berjudul Meat-eating Rebellion Ⅲ - Confession of Popcorn Chicken yang diproduksi stasiun televisi Korea, MBC-TV.

Dari dokumenter tersebut terungkap bahwa banyak peternakan berskala kecil di Korea Selatan mengirim ayam-ayam mereka ke rumah pemotongan sebelum berusia 30 hari. Dengan begitu, ayam terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan akibat populasi kepenuhan, ventilasi buruk, dan faktor lainnya.

Sementara itu, perusahaan unggas di Korea Selatan disebut senang menerima ayam-ayam muda ini. Kondisi ini seolah jadi simbiosis mutualisme antara peternak dan perusahaan unggas.

Unggahan Hwang rupanya turut memicu protes dari industri ayam broiler korea Selatan. Juru bicara Kim Dong-jin menuduh kalau Hwang menyampingkan fakta bahwa orang Korea lebih suka makan ayam utuh ketimbang potongan seperti sayap atau paha saja, layaknya orang Amerika Serikat.

Kritikus Makanan Ini Dihujani Protes Usai Sebut Ayam Goreng Korea HambarKritikus Makanan Ini Dihujani Protes Usai Sebut Ayam Goreng Korea Hambar Foto: Getty Images/iStockphoto/Seontaek Kim

Dong-jin mengatakan banyak jaringan restoran fast food yang menawarkan potongan ayam goreng ala Amerika Serikat bangkrut di Korea Selatan karena preferensi orang Korea tadi.

"Penggunaan ayam kecil utamanya lebih karena kebiasaan makan orang Korea dibanding alasan 'jahat' lainnya," kata Dong-jin. Ia juga tak memungkiri kalau peternak di sana menghindari risiko ayam tertular penyakit jika dikirim dalam usia lebih dari 30 hari.

Konsumsi ayam di Korea Selatan memang tergolong tinggi. Data Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan mengungkap orang Korea rata-rata mengonsumsi hampir 15 kg ayam pada tahun 2019. Angka ini diperkirakan meningkat pada tahun 2021, setelah gangguan terkait pandemi tahun lalu.



Simak Video "Masak Masak: Resep Ayam Goreng Korea Krispi"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com