Apakah Muslim Boleh Membeli Makanan pakai Diskon Natal?

Riska Fitria - detikFood Jumat, 24 Des 2021 10:30 WIB
Apakah Muslim Boleh Membeli Makanan pakai Diskon Natal? Foto: iStock
Jakarta -

Dalam momen natal banyak gerai makanan yang memberikan diskon menarik. Namun, apakah muslim boleh membeli makanan diskon natal?

Setiap tahun ucapan natal selalu menjadi polemik. Jelas bahwasanya orang muslim diharamkan mengucapkan selamat natal karena menurut Buya Yahya itu bersinggungan dengan keimanan dan akidah.

Namun sepengalaman Buya Yahya, yang menjadikan polemik adalah orang di dalam Islam sendiri. Sebab orang nasrani tidak pernah menuntut untuk diucapkan selamat natal.

Berawal dari itu, kemudian muncul pertanyaan hal-hal yang berkaitan dengan hari natal Misalnya bagaimana hukum membeli makanan menggunakan diskon natal.

Baca Juga: Diduga Sindir Muslim Saat Jelaskan Makanan Jerman, Bule Ini Dikecam

Apakah Muslim Boleh Membeli Makanan pakai Diskon Natal?Apakah Muslim Boleh Membeli Makanan pakai Diskon Natal? Foto: iStock

Hal tersebut dijelaskan oleh Buya Yahya lewat channel YouTubenya Al-Bahjah TV (21/12/19). Buya Yahya menegaskan bahwa orang muslim boleh bebas berinteraksi dengan non muslim.

"Kecuali sesuatu yang ada rambu-rambunya berkenaan soal keimanan dan akidah. Orang muslim gak perlu ngucapin selamat natal. Tapi saling memberi kebaikan, seperti makanan itu boleh," ujarnya.

Berbuat baik kepada nasrani bukan sebuah toleransi bagi Islam, melainkan lebih kepada kewajiban. Buya Yahya mengatakan bahwa kata toleransi itu memiliki arti yang rendah.

"Toleransi itu sebetulnya 'Anda kan bukan dari golongan kita, tapi gak papa deh kasihan'. Bukan seperti itu. Orang muslim wajib berbuat baik kepada non muslim," tegasnya.

Baca Juga: Hukum Makan Makanan Maulid Nabi

Apakah Muslim Boleh Membeli Makanan pakai Diskon Natal?Apakah Muslim Boleh Membeli Makanan pakai Diskon Natal? Foto: iStock

Menanggapi soal hukum membeli makanan menggunakan diskon natal, Buya Yahya mengatakan hal itu sah-sah saja. Itu karena tidak bersinggungan dengan keimanan seseorang.

"Mereka punya toko terus kasih diskon natal, mungkin di agama mereka dianjurkan di hari baik untuk berbuat baik. Jangankan kok beli yang ada diskonnya, kita menerima dari mereka juga boleh," ujar Buya Yahya.

Misalnya orang nasrani punya acara keagamaan di gereja, lalu mereka memberi makan orang muslim, itu boleh diterima dan dimakan. Dan sebaliknya, orang muslim juga boleh memberi makanan tetapi tidak dikhususkan untuk acara keagamaan.

"Contohnya kayak mereka beli di beras di toko kita, gak perlu ditanya 'beras buat natal ya?'. Karena beras kan bisa dimakan kapan saja, jadi kita boleh layani," tutur Buya Yahya.

Buya Yahya juga menegaskan bahwa masalah belanja di tempat yang ada diskonnya apa saja termasuk diskon natal itu tidak masalah. Karena itu bukan sebuah ikrar.

Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Hukum Membuat Kue Natal bagi Seorang Muslim



Simak Video "Cocok untuk Natal! Resep Mudah Bikin Marmalade Thumbprint Cookies"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com