4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Kamis, 23 Des 2021 12:30 WIB
Prancis Berhasil Budidayakan Jamur White Truffle yang Berharga Fantastis
Foto: Getty Images/anzeletti

3. Parade Corso - Belanda

4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO Foto: Getty Images/iStockphoto/ALLEKO

Dari Belanda, UNESCO memasukkan parade Corso dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda. Parade ini sudah ada sejak akhir abad 19. Dilangsungkan setiap tahun, nantinya peserta parade Corso bakal menghias perahu mereka secantik mungkin.

Hiasan yang dipakai terdiri dari aneka bunga, buah, dan sayur. Terkadang parade Corso juga menampilkan orang-orang dengan kostum khusus. Selain di sungai, parade Corso juga berlangsung meriah di jalan-jalan. Biasanya ada elemen pendukung seperti penampilan para band dan pemain teater.

Menyiapkan parade Corso terbilang lama. Butuh waktu berbulan-bulan bagi sekelompok orang yang tertarik untuk menyiapkan semuanya, termasuk menambahkan bunga, buah, dan sayuran segar beberapa hari sebelum parade berlangsung.

Biasanya besaran perahu bisa mencapai lebar 20 meter dan tinggi 10 meter. Perahu ini bisa dijalankan dengan mesin atau didorong manual. Perahu-perahu yang berpartisipasi nantinya bakal dinilai karena parade corso tak ubahnya kompetisi. Akan ada pemenang perahu terbaik dan sebagainya.

UNESCO menyebut parade Corso tak sekadar menghias perahu. Kebiasaan masyarakat menikmati minuman dan makanan bersama setelah merampungkan perahu mereka juga menjadi bagian penting yang menambah solidaritas di antara mereka.

4. Sup joumou - Haiti

4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO Foto: Getty Images/iStockphoto/ALLEKO

Satu lagi tradisi kuliner yang berhasil masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Dari Haiti ada sup joumou atau giraumon. Berupa sup labu yang dibuat dengan campuran aneka sayuran, tumbuhan, daging, pasta, dan rempah. Sup joumou disebut sebagai hidangan perayaan yang sangat erat kaitannya dengan identitas budaya Haiti.

Hidangan ini juga meningkatkan kebersamaan di antara masyarakat Haiti. Dulunya sup ini disediakan untuk pemilik budak. Orang Haiti kemudian mengambil alih kepemilikan sup ketika mereka memperoleh kemerdekaan dari Prancis. Mereka mengubahnya menjadi simbol kebebasan yang baru didapat, ekspresi martabat, serta ketahanan mereka.

Bahan utamanya yaitu labu giraumon, jenis labu yang pernah dibudidayakan oleh penduduk asli Karibia. Biasanya sup joumou dinikmati di hari kemerdekaan Haiti atau ketika sarapan di hari Minggu.



Simak Video "Pemerintah Akan Daftarkan Tempe ke UNESCO"
[Gambas:Video 20detik]

(adr/odi)