4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Kamis, 23 Des 2021 12:30 WIB
Prancis Berhasil Budidayakan Jamur White Truffle yang Berharga Fantastis
Foto: Getty Images/anzeletti
Jakarta -

UNESCO baru saja menambahkan 39 tradisi ke dalam daftar warisan budaya. Empat tradisi kuliner ini termasuk yaitu mencari jamur truffle hingga menghias perahu dengan buah dan sayur segar!

Pada Jumat (17/12/21), United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengumumkan 39 tradisi masuk ke dalam daftar warisan budaya. Tradisi yang datang dari berbagai negara ini ditambahkan oleh Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda.

Mengutip Travel and Leisure (20/12/21), daftar warisan budaya ini menjadi sebuah tonggak sejarah untuk beberapa negara yang tradisinya baru pertama kali masuk UNESCO. Negara-negara itu antara lain Montenegro, Kongo, Denmark, Timor Leste, hingga Haiti.

Saat ini Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO menampilkan 630 elemen dari 140 negara. Tradisi yang masuk semakin beragam, mulai dari kaligrafi Arab, tarian dan nyanyian drum Inuit Denmark, sup Haiti, hingga berburu jamur truffle di Italia.

Kini total ada lebih dari 1.100 situs Warisan Dunia yang tersebar di lebih dari 167 negara. Warisan itu mencakup kombinasi situs budaya, alam, dan campuran situs tersebut.

Dari 39 tradisi yang masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO tahun ini, inilah 4 tradisi yang terkait kuliner:

1. Ceebu Jën - Senegal

4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO Foto: Getty Images/iStockphoto/ALLEKO

Dari Senegal, hidangan Ceebu Jën alias Thieboudienne berhasil masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Thieboudienne merupakan masakan yang amat populer di Senegal, terutama di kalangan penduduk pesisir.

Nama hidangan ini secara harfiah berarti "nasi dan ikan". Ceebu Jën juga diberi campuran aneka sayuran seperti wortel, kubis, terung, labu, dan bawang bombai. Campuran ini kemudian diberi aneka rempah dan bumbu yang gurih, pedas, dan menyegarkan.

Ceebu Jën biasanya dinikmati bersama-sama dan dimakan langsung dengan tangan. Ceebu Jën dianggap sebagai lambang keramahan masyarakat Senegal.

2. Berburu truffle - Italia

4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO4 Tradisi Kuliner Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO Foto: Getty Images/iStockphoto/ALLEKO

Truffle adalah jenis jamur istimewa dari Italia. Harganya mahal, aromanya spesial, dan rasanya nikmat. Sayangnya mendapatkan jamur truffle tak semudah dibayangkan. Proses inilah yang kemudian membuat truffle menjadi istimewa.

Truffle yang tumbuh di bawah tanah tak bisa dipanen langsung oleh manusia. Butuh bantuan indera penciuman anjing terlatih yang tajam untuk menemukan lokasi tumbuhnya jamur langka ini. Pemburu truffle juga harus mengerti kondisi cuaca, lingkungan, dan vegetasi di sekitarnya.

UNESCO menyebut pengetahuan soal berburu truffle diwariskan di Italia secara turun temurun selama berabad-abad, hanya dari mulut ke mulut.

Tradisi berburu truffle dikenal juga dengan sebutan tartufai. Biasanya masih dijalani masyarakat yang hidup di area pedesaan Italia. Ada dua langkah utama berburu truffle yaitu mencari truffle dan mengekstraksinya.

Apa lagi ya tradisi kuliner lain yang baru masuk ke dalam daftar UNESCO?



Simak Video "Pemerintah Akan Daftarkan Tempe ke UNESCO"
[Gambas:Video 20detik]