Tega! Dagangan Tebunya Dirampas Oleh Petugas, Kakek Ini Nangis Histeris

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 15 Des 2021 13:00 WIB
Tega! Dagangan Tebunya Dirampas Oleh Petugas, Kakek Ini Nangis Histeris Foto: SCMP/GlobalTimes
Jakarta -

Kakek yang satu ini menangis histeris saat dagangan tebunya dirampas secara paksa, oleh belasan anggota pemerintah yang tengah menertibkan daerah tersebut. Kisah ini viral dan berakhir panjang.

Berawal dari video viral seorang penjual tebu (sugarcane) keliling, yang menawarkan dagangannya di sepeda usang miliknya. Banyak masyarakat China termasuk netizen di sana yang geram dengan kasus ini.

Dilansir dari GlobalTimes (14/12), dalam video tersebut tampak seorang kakek yang tengah menangis histeris. Saat beberapa petugas penertiban kota di Jiangsu mengambil secara paksa dagangan tebunya begitu saja.

Meski sang kakek sudah memohon dan menangis agar dagangannya tidak diambil. Tapi para petugas yang jumlahnya hingga belasan bahkan puluhan itu tetap tidak peduli. Mereka lanjut merampas semua dagangan tebu milik sang kakek tanpa ampun.

Video sang kakek menangis di pinggir jalan, melihat dagangannya diambil begitu saja berhasil membuat banyak orang di China marah dan geram. Mereka langsung mengkritik pemerintah China dan anggota penertiban tersebut karena tidak memiliki rasa kemanusiaan pada orang lanjut usia.

Tega! Dagangan Tebunya Dirampas Oleh Petugas, Kakek Ini Nangis HisterisTega! Dagangan Tebunya Dirampas Oleh Petugas, Kakek Ini Nangis Histeris Foto: SCMP/GlobalTimes

Sementara menurut sang cucu penjual tebu, bernama Zhang. Ia baru tahu hal ini menimpa sang kakek, setelah video sang kakek menangis viral di media sosial. Ia ikut mengkritik peraturan dan kebijakan penertiban kota yang terlalu kasar bahkan kejam ke pria tua.

Baca Juga: Tega Banget! Wanita Siram Minuman ke Pengantar Makanan karena Hal Sepele" selengkapnya

Menanggapi kritik dan caci maki dari warga China. Pemerintah kota Jiangsu langsung memberikan pernyataan terkait kasus ini.

Menurut mereka orang-orang yang merampas tebu milik sang kakek, bukanlah anggota kepolisian Jiangsu. Melainkan pemerintah menyewa jasa organisasi dari perusahaan lokal, untuk membantu menertibkan para pedagang demi merawat penampilan kota di sana.

Padahal tugas para anggota ini hanya untuk membersihkan sampah, sampai merawat bunga atau tumbuhan agar kota tampak lebih cantik. Bukannya menertibkan penjual, bahkan sampai merampas dagangan mereka seperti yang ada di video.

Karena masalah ini, pemerintah Jiangsu langsung bertindak cepat dengan memutus kontrak dengan perusahaan organisasi tersebut. Perusahaan juga harus membayar denda atas perlakuan yang dilakukan oleh anggota mereka saat bekerja di jalanan.

Pihak perusahaan sempat berdalih, bahwa kakek penjual tebu ini sudah mereka berikan peringatan untuk berhenti berjualan tebu di pinggir jalan. Namun sang kakek tetap berjualan di sana sampai mereka tak memiliki pilihan lain, selain merampas dan menyita dagangannya.

Tega! Dagangan Tebunya Dirampas Oleh Petugas, Kakek Ini Nangis HisterisTega! Dagangan Tebunya Dirampas Oleh Petugas, Kakek Ini Nangis Histeris Foto: SCMP/GlobalTimes

Meski begitu semua masyarakat terutama netizen di China tetap membela sang kakek penjual tebu. Mereka juga mengekspresikan kekecewaan mereka pada perusahaan organisasi tersebut, terutama kepada pemerintah yang memilih perusahaan outsourcing secara asal.

"Lihatlah pria tua itu menangis histeris seperti anak kecil. Apakah ini yang dinamakan melayani masyarkat, saat mereka merampas tebu itu?" kritik salah satu netizen yang menyulut kritikan lainnya dari netizen.

Karena permasalahan ini juga, banyak relawan yang langsung membantu sang kakek dengan menjual tebu miliknya. Bahkan banyak juga dermawan yang langsung membeli ribuan batang tebu dari sang kakek untuk membantunya.

Baca Juga: Tega Banget! Pengusaha Ini Sebut Pengantar Makanan Tak Punya Masa Depan" selengkapnya



Simak Video "Ternyata Ini Lho Perbedaan Gelato dengan Es Krim Lainnya"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com