5 Fakta Ampo, Kuliner khas Tuban dari Tanah Liat yang Viral di TikTok

Riska Fitria - detikFood Kamis, 09 Des 2021 08:00 WIB
5 Fakta Ampo, Kuliner khas Tuban dari Tanah Liat yang Viral di TikTok Foto: dzargon.com
Jakarta -

Ampo, kuliner tradisional khas Tuban, Jawa Timur yang terbuat dari tanah liat viral di TikTok. Ampo dikenal sudah sejak zaman nenek moyang.

Pengguna TikTok dengan akun @celalaaaaa membagikan pengalamannya saat mencicipi ampo. Ampo tersebut ia beli dari situs belanja online dengan harga Rp 6.000 per kemasan kecil.

Videonya pun ramai ditanggapi netizen. Banyak netizen yang penasaran proses pembuatan ampo yang terbuat dari tanah liat. Sebab selama ini, tanah liat digunakan untuk membuat bahan bangunan hingga kerajinan.

Bagi masyarakat Tuban, Jawa Timur ampo justru jadi kuliner lezat bahkan dijadikan sebagai alternatif pengobatan. Lantas, bagaimana rasanya jika tanah liat dikonsumsi?

Berikut 5 fakta menarik tentang ampo:

1. Asal Usul Ampo

5 Fakta Ampo, Kuliner khas Tuban dari Tanah Liat yang Viral di TikTok5 Fakta Ampo, Kuliner khas Tuban dari Tanah Liat yang Viral di TikTok Foto: Instagram @ilovetuban

Ampo merupakan kuliner khas Tuban, Jawa Timur. Kuliner ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dikutip dari berbagai sumber, kebiasaan makan ampo bermula dari masyarakat Trowulan, kabupaten Tuban.

Saat itu ampo menjadi makanan alternatif menghadapi masa-masa sulit ketika Belanda menduduki Tuban. Dulu, Tuban merupakan kota pelabuhan yang makmur dan sejahtera.

Kawasan Tuban menjadi jalur perdagangan penting yang sering disinggahi oleh saudara kaya dari berbagai penjuru dunia. Hingga akhirnya terjadilah penjajahan.

Dari kejadian itu diberlakukan sistem kerja paksa yang menyebabkan masyarakat Tuban hidup dalam kemiskinan bahkan sampai mengalami kesulitan pangan dan kelaparan.

Karena itulah ampo tercipta. Ampo pertama kali ditemukan tidak dimasak terlebih dahulu. Awalnya ampo dibuat dari endapan lumpur dari air di tepi sungai Bengawan Solo.

Endapan lumpur itu adalah tanah aluvial yang berbahan lempung. Endapan lumpur bertekstur halus itu didiamkan hingga mengering baru kemudian dikonsumsi.

Baca Juga: 5 Makanan Khas Tuban yang Kini Masyarakatnya Tajir Mendadak

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com