Sering Batuk Saat Hirup Aroma Cabe? Ternyata Ini Penyebabnya

Diah Afrilian - detikFood Rabu, 10 Nov 2021 15:00 WIB
Seorang perempuan sedang makan cabai Foto: Thinkstock
Jakarta -

Aroma pedas yang timbul dari cabe memang begitu kuat. Seringkali bahkan menimbulkan bersin dan batuk. Ternyata ini alasannya mengapa aroma cabe bisa memicu batuk.

Cabe seringkali digunakan sebagai bumbu untuk memberikan rasa pedas pada makanan. Terutama pada masakan Indonesia, hampir semuanya jenis hidangan utama menggunakan cabe sebagai salah satu dari komponen bumbu dasarnya.

Bukan hanya rasanya yang pedas, cabe juga mengeluarkan aroma yang menusuk kuat. Tidak jarang banyak orang yang saat memasak atau menghirup aroma cabe yang sedang dimasak akan mengalami bersin-bersin atau batuk-batuk.

Saat mengiris cabe pun terkadang juga mampu menimbulkan rasa pedih pada mata hingga membuat air mata keluar seolah sedang menangis. Ternyata bukan tanpa alasan, ada komponen alami pada cabe yang mampu memberikan gejala seperti menangis, bersin hingga batuk-batuk.

Baca juga: 5 Reaksi Ini Terjadi Pada Tubuh Saat Makan Pedas, Mulut Terbakar hingga Tuli

Ilustrasi cabaiFoto: Getty Images/iStockphoto/TasiPas

Mengutip melalui Mashed (5/11) Smithsonian Magazine mengatakan bahwa cabe mengandung komponen bernama capsaicin yang memproduksi rasa pedas. Tidak hanya rasa pedas, komponen tersebut ternyata juga memengaruhi lidah dan kulit menjadi lebih sensitif terhadap suhu terutama suhu hangat dari makanan.

Pada saat tubuh lebih sensitif terhadap suhu panas, otak justru tetap menganggap suhu panas tersebut sebagai suhu yang normal. Hal ini yang kemudian membuat tubuh merespon dengan mengeluarkan keringat, bersih hingga batuk-batuk.

Beberapa orang bahkan sangat mungkin mengalami gejala seperti menangis hingga berkeringat deras sebgaai efek dari reaksi capsaicin pada tubuh. Reaksi seperti menangis, berkeringat, batuk hingga hidung berair datang dari respon tubuh untuk membersihkan dan mengeluarkan komponen capsaicin dari dalam tubuh.

Reaksi batuk-batuk yang datang dari saat makan makanan pedas yang menggunakan cabe juga dikatakan sebagai reaksi pertahanan dari paru-paru. Mental Floss melaporkan bahwa komponen capasaicin dapat dengan mudah masuk ke dalam paru-paru bahkan ketika membersihkan, mencuci, hingga saat mengeluarkan biji cabe.

Cabai merah keriting. dikhy sasra/ilustrasi/detikfotoFoto: Dikhy Sasra

Proses masuknya komponen capasaicin ke dalam paru-paru saat memasak dipengaruhi oleh aerosolisasi yang mampu membawa partikel capsaicin terbang ringan dan masuk ke dalam saluran pernapasan. Setelah capsaicin masuk ke dalam saluran pernapasan dan paru-paru berujung pada meningkatkan sensitivitas paru-paru sehingga menimbulkan gejala seperti intensitas batuk yang tinggi.

Untuk mencegah rasa tidak nyaman yang timbul dari memasak atau mengolah cabe ternyata ada cara khusus yang bisa ditiru. Para profesional chef mengungkapan rahasia mereka mengatasi efek dari capsaicin pada cabe adalah menggunakan bandana lembab di sekitar wajah untuk menangkal proses aerosolisasi yang membawa capsaicin menempel pada kulit.

Selain itu memastikan tangan benar-benar bersih dan membiarkan tangan masih lembab juga ampuh untuk mencegah partikel capsaicin menempel di tangan. Jika sudah terlanjur memegang cabe, cuci bersih tangan setelah memasak dengan menggunakan sabun atau bisa juga menggunkan sedikit minyak sayur untuk membersihkan partikel capsaicin dengan efektif.

Baca juga: Pencinta Cabai, Ini 5 Efek Jika Makan Pedas Tiap Hari



Simak Video "Nikmat Pedas Kepiting Jumbo Saus Chili di Restoran Cabe Ijo"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com