Dituduh Ketok Harga, Pemilik Restoran Ini Jelaskan Kenapa Harga Ikannya Rp 4,1 Juta

Sonia Basoni - detikFood Jumat, 05 Nov 2021 18:00 WIB
Dituduh Ketok Harga, Pemilik Restoran Ini Jelaskan Kenapa Harga Ikannya Rp 4,1 Juta Foto: Facebook
Jakarta -

Fenomena ketok harga, atau harga makanan yang mahalnya tidak masuk akal. Membuat pemilik restoran ini jelaskan, mengapa harga menu ikan di restorannya sangat mahal.

Tak hanya terjadi di warung-warung makan yang berada di Indonesia. Banyak juga warung atau tempat makan di Malaysia, yang disebut mengenakan harga makanan tak masuk akal atau ketok harga.

Baru-baru ini heboh salah satu pengguna Facebook asal Malaysia yang komplain, ketika makan di salah satu restoran seafood di Langkawi. Ia harus membayar sekitar RM 1,759 (Rp 6 juta), untuk biaya makan tujuh orang.

Dilansir dari SAYS (05/11), yang membuat mereka kaget adalah perihal harga ikan kakap putih atau ikan siakap yang mereka pesan. Harga ikan ini mencapai angka RM 1,196 (Rp 4,1 juta).

Baca Juga: Heboh! Pengunjung Kena Biaya Service Rp 50 Ribu karena Tak Pesan Nasi di Warung Makan

Dituduh Ketok Harga, Pemilik Restoran Ini Jelaskan Kenapa Harga Ikannya Rp 4,1 JutaDituduh Ketok Harga, Pemilik Restoran Ini Jelaskan Kenapa Harga Ikannya Rp 4,1 Juta Foto: Facebook

"Saya kaget lho pas harus bayar bon makanan saya sampai RM 1,759. Mana tidak ada uang tunai, meskipun berat ikan siakap yang kita pesan itu sampai 7 kg. Tapi tetap saya berikan nasihat ke pemilik resto, jangan jualan dengan cara seperti ini. Banyak juga pelanggan lainnya yang harus bayar mahal makan di sini," komplain pengguna Facebook yang menggunakan tulisan Arab untuk namanya.


Tentunya banyak yang menyangka bahwa restoran di Langkawi ini sengaja memasang harga tak wajah untuk menipu para pembeli. Geram karena tuduhan ini, pemilik restoran Terapung Sas Rimba, yang jadi tempat makan tertuduh memberikan penjelasan mereka.

Sang pemilik bernama Norasykin Musa menjelaskan bahwa ketika pembeli ini datang. Pelayan restoran sudah menawarkan agar pembeli ini memesan ikan jenis lain. Misalnya ikan kakap merah atau ikan kerapu, yang ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan ikan siakap yang mereka pesan.

"Saya sudah sarankan untuk ambil ikan lain yang beratnya berkisar 1,5 kg. Lebih sesuai untuk dimakan bersama-sama. Harga untuk ikan siakap juga sudah kami cantumkan per 100 gramnya dikenakan biaya RM 16 (Rp 55.300).

"Saya sudah terangkan kepada pembeli itu, kalau ikan siakap putih yang kita punya itu beratnya bisa mencapai 7 kg. Tidak kita jual memang, kita pelihara untuk dijadikan tontonan pengunjung restoran," jelas Norasyikin.

Norsyikin juga menambahkan bahwa pelayan restoran sudah meminta pembeli untuk melihat lebih dulu berat total dari ikan siakap putih yang mereka ambil. Beratnya itu mencapai 7,48 kg. Tapi pembeli tersebut menolak dan meminta untuk segera dimasak saja ikannya.

Dituduh Ketok Harga, Pemilik Restoran Ini Jelaskan Kenapa Harga Ikannya Rp 4,1 JutaDituduh Ketok Harga, Pemilik Restoran Ini Jelaskan Kenapa Harga Ikannya Rp 4,1 Juta Foto: Facebook

Tentunya hal ini membuat Norasyikin kecewa karena tuduhan yang tidak beralasan dari pihak pembeli. Ditambah pembeli mengeluhkan biaya charge atau biaya transaksi sebesar 5% jika pembayaran menggunakan kartu debit.

Begitu juga keluhan menu makanan lainnya yang dibilang mahal. Norasyikin mengaku bahwa harga makanan-makanan pendamping seperti nasi atau telur dadar, sesuai dengan harga yang mereka patok karena ukurannya besar dan porsinya banyak.

Karena dua pengakuan ini banyak sekali netizen yang pro dan kontra. Ada yang membela pihak pembeli, ada juga yang membela pihak restoran.

"Kalau memang sudah jelas seperti ini, saya rasa ini bukan restoran ketok harga. Tapi pembelinya saja yang ceroboh, sudah disarankan untuk ambil ikan yang kecil tetap saja ngeyel," kritik salah satu netizen.

"Pertanyaannya ini yang dipesan itu ikan masih hidup atau ikan yang sudah dalam bentuk frozen? Kalau konsep restorannya memang live seafood tentu saja harganya pasti lebih mahal. Apalagi ini restoran dekat laut, daerah Langkawi pasti dong mahal," bela salah satu netizen.

"Wow, cerita ini bisa jadi pelajaran kalau sebaiknya kita jangan langsung asal pesan ya. Terutama di restoran pinggir laut daerah wisata harganya pasti mahal," sahut netizen lainnya.

Sebelumnya ada juga kisah-kisah korban ketok harga di warung makan yang ada di Indonesia. Ada yang sampai kena Rp 1,7 juta.

Baca Juga: Waduh! Korban Ketok Harga di Warung Makan Ada yang Sampai Rp 1,7 Juta

Tonton: Bang Edy Sulap Sampah Jadi Lukisan Senilai Rp 200 Juta

[Gambas:Video 20detik]



(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com