Istri Curhat Keberatan Disuruh Siapkan Sarapan Suami Jam 5 Pagi

Riska Fitria - detikFood Jumat, 29 Okt 2021 10:30 WIB
Istri Curhat Keberatan Disuruh Siapkan Sarapan Suami Jam 5 Pagi Foto: iStock
Jakarta -

Seorang istri curhat bahwa dirinya keberatan diminta bangun setiap jam 5 pagi untuk menyiapkan sarapan suami. Curhatannya dapat dukungan dari netizen.

Stigma yang berkembang di masyarakat memang wanita diperankan sebagai sosok yang harus menyiapkan makanan. Mulai dari sarapan, makan siang hingga makan malam.

Namun sebenarnya, pekerjaan rumah seperti itu dapat dilakukan oleh siapa saja, baik suami maupun istri. Akan lebih baik juga jika dilakukan bersama-sama.

Baca Juga: Ngakak! Cara Istri Siapkan Makanan Suami Saat Awal hingga 50 Tahun Pernikahan

Istri Curhat Keberatan Disuruh Siapkan Sarapan Suami Jam 5 PagiIstri Curhat Keberatan Disuruh Siapkan Sarapan Suami Jam 5 Pagi Foto: iStock

Seringkali wanita merasa keberatan dengan tuntutan menyiapkan makanan karena merasa sudah lelah dengan urusan rumah tangga yang lain. Seperti yang dialami oleh wanita ini.

Melalui situs Reddit, ia mencurahkan isi hatinya tentang suaminya yang selalu meminta dirinya bangun setiap jam 5 pagi untuk menyiapkan menu sarapan untuknya.

Selain itu, sang suami juga selalu meminta menu sarapannya yang hangat dan segar. Jadi ia tidak bisa hanya memanaskan makanan yang sudah dimasak sebelumnya.

"Dia tidak suka makanan yang sudah jadi dan suka sarapan segar yang terdiri dari ham, panekuk, dll, serta jus buah yang baru dibuat. Pada dasarnya sarapan lengkap yang biasa saya buat saat kami berdua menganggur," tuturnya.

Istri Curhat Keberatan Disuruh Siapkan Sarapan Suami Jam 5 PagiIstri Curhat Keberatan Disuruh Siapkan Sarapan Suami Jam 5 Pagi Foto: iStock

Bukan tanpa alasan, wanita itu merasa keberatan karena ia memiliki bayi yang penanganannya hampir 24 jam. Karenanya ia tidak punya waktu bahkan untuk beristirahat.

Wanita yang enggan disebutkan nama tersebut telah bertanya mengapa suaminya tidak bisa melakukannya sendiri. Sebab dulu, ia selalu menyiapkan sarapan sendiri.

Namun, sang suami memberi dua poin penjelasan. Yang pertama, suaminya tersebut tidak lagi menganggur. Sebagai kepala keluarga, ia bertugas mencari nafkah untuk keluarga.

"Poin 2 dia bilang, dia hampir tidak siap dan tidak punya waktu untuk membuat sarapan sendiri," tulis wanita tersebut seperti yang dikutip dari Newsweek (22/10).

Istri Curhat Keberatan Disuruh Siapkan Sarapan Suami Jam 5 PagiIstri Curhat Keberatan Disuruh Siapkan Sarapan Suami Jam 5 Pagi Foto: iStock

Setiap kali mengeluh, sang suami selalu menegaskan bahwa menyiapkan sarapan adalah bagian dari tugasnya. Bahkan ia disebut tidak pernah mendukung pekerjaan sang suami.

"Dia mengklaim saya tidak adil dan tidak mendukung dia mengambil pekerjaan baru dan saya tidak menghormati bagian saya dari kesepakatan itu," ujar si wanita.

Curhatannya pun viral dan tak disangka mendapat banyak dukungan dari pengguna Reddit lainnya. Tak sedikit netizen yang beranggapan bahwa permintaan sang suami terlalu berlebihan.

Lovely cute Asian family making food in kitchen at home. Portrait of smiling mother, dad and children standing at cooking counter. kid feeding dad some fruit with smile. Happy family activity togetherIstri Curhat Keberatan Disuruh Siapkan Sarapan Suami Jam 5 Pagi Foto: Getty Images/iStockphoto/Kiwis

Bahkan ada netizen yang menyarankan untuk sang suami agar menyiapkan sarapan sendiri. Tak perlu dengan menu yang ribet, cukup menu-menu yang mudah untuk dibuat.

"Bikin aja sendiri, paling 5 menit buat manggang roti. Atau kan bisa bikin protein bar buat dimakan di perjalanan. Jangan repot minta yang hangat dan segar," tulis netizen.

Ada pula netizen yang membagikan pengalamannya dalam berumah tangga. Ia menuliskan bahwa sang suami justru membantu dirinya saat merawat anak bayinya.

Baca Juga: So Sweet! Suami Selalu Berterima Kasih pada Istri Tiap Kali Dibekali Makanan



Simak Video "Kreasi Liwetan Ala Chef Steby bersama ABC Sambal Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com