Jajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan Lalatnya

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 20 Okt 2021 17:00 WIB
Jajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan Lalatnya Foto: YouTube zhefailmi channel
Jakarta -

Makanan dan jajanan di India selalu menarik perhatian orang-orang dari negara lain. Menu ayam goreng kaki lima ini, misalnya, diolah dengan cara yang bikin banyak orang kaget!

Budaya kuliner India begitu unik dan beragam, termasuk untuk jajanan kaki limanya. Dijajakan di pinggir jalan dengan beragam pilihan, sering kali orang dari luar negeri tertarik mencobanya.

Sayangnya jajanan kaki lima India identik dengan cara pengolahannya yang kurang higienis. Hal ini didapati netizen Indonesia saat melihat video penjual ayam goreng di India melalui channel YouTube zhefailmi channel (29/4/21). Detikfood mengutip informasi ini atas seizin pemilik channel.

Baitul Ilmi, salah satu pemilik channel YouTube sekaligus mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di India, memperlihatkan gerai ayam goreng kaki lima tersebut. Di bagian depannya terlihat ayam-ayam ungkep digantung, mirip penyajian Peking duck.

Jajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan LalatnyaJajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan Lalatnya Foto: YouTube zhefailmi channel

"Sebenarnya ini ayamnya fresh, cuma berhubung dibumbui gitu, kayak seolah-olah nggak fresh gitu. Terus ada lalat-lalatnya gitu kan, jadi kayak udah lama. Cuma kalau dilihat secara langsung, ayamnya seger," kata Baitul Ilmi.

Sayangnya, permukaan ayam-ayam itu tampak dihinggapi banyak lalat. Lalu Baitul Ilmi juga memperlihatkan dua wajan besar untuk menggoreng ayam.

Untuk harga, ayam goreng kaki lima ini dibanderol Rp 40-50 ribu per ekor. Sebelum digoreng, permukaan ayam disayat-sayat supaya matangnya nanti sampai ke dalam. Kemudian ayam dilumuri bumbu masala dengan tangan telanjang.

Jajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan LalatnyaJajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan Lalatnya Foto: YouTube zhefailmi channel

Setelah semua bumbu tercampur rata, ayam digoreng dalam minyak banyak. Tak butuh waktu lama, ayam ini matang sempurna. Penjual kemudian memotong-motong ayam goreng.

Netizen ada yang salah fokus dengan caranya memotong ayam sebab terlihat seperti asal, bahkan sampai ada potongan ayam yang jatuh, diambil, dan dicuci. Penjual kemudian putuskan menggoreng ayam kembali.

Terakhir, ayam goreng diberi bubuk masala hingga tercampur rata. Kemudian satu per satu potongan ayam dimasukkan ke dalam kantong menggunakan tangan telanjang.

Jajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan LalatnyaJajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan Lalatnya Foto: YouTube zhefailmi channel

Ayam goreng juga diberi bumbu tambahan. Ada sambal cabai hijau dan pelengkap seperti irisan bawang, lemon, dan tomat. Namun lagi-lagi terlihat 'pemandangan' kerumunan lalat di sekitarnya.

Video ayam goreng kaki lima India unggahan zhefailmi channel ini sudah ditonton lebih dari 5 juta kali saat berita ini dibuat. Banyak netizen Indonesia memberikan komentar, terutama soal kehigienisan ayam goreng.

Jajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan LalatnyaJajan Ayam Goreng di Pinggir Jalan India, Netizen Salfok Kerumunan Lalatnya Foto: YouTube zhefailmi channel

"Wow sungguh makanan bergizi, mengandung 90% lalat murni," sahut seorang netizen. "Minyaknya, penggorengannya, tempatnya, tangannya, lalatnya, lingkungannya, kualitasnya, mantap kali wkwk masih bersyukur hidup di indonesia," kata netizen lainnya.

Meski begitu, tak sedikit juga netizen yang bijaksana melihat perbedaan budaya kuliner di India. "Seperti apapun cara mereka hidup...mereka juga sudah melakukan yang terbaik. Mereka juga bersyukur hidup di negara mereka sendiri..membuat makanannya saja sudah semaksimal mungkin supaya pelanggan tidak kecewa," ujar seorang netizen.



Simak Video "Manis Legit Lapis India Khas Banjarmasin"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com