Bukannya Senang, Penjual Makanan Ini Kesal dengar Kata 'Terima Kasih' Pembeli

Sonia Basoni - detikFood Senin, 11 Okt 2021 06:00 WIB
Bukannya Senang, Penjual Makanan Ini Kesal dengar Kata ‘Terima Kasih’ Pembeli Foto: SAYS
Jakarta -

Karena beda budaya, penjual makanan kaki lima asal China ini justru kesal setengah mati setiap ada pembelinya yang mengucapkan terima kasih selama dia berjualan di Malaysia.

Beda negara tentunya beda budaya. Hal ini terlihat dari kebiasaan yang orang lakukan sehari-hari. Contohnya lewat curhatan penjual makanan asal China ini, sehari-harinya ia menjual beberapa makanan di gerobak sederhana yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dilansir dari SAYS (09/10), penjual makanan asal China ini ternyata belum terbiasa dengan budaya orang Malaysia. Kebanyakan orang Malaysia terutama Melayu, memang selalu mengucapkan terima kasih setiap kali membeli makanan atau membeli suatu benda.

Tapi ternyata hal ini tidak berlaku di China yang orang-orangnya memiliki budaya lebih cuek. Hal ini lah yang menyebabkan penjual makanan kaki lima ini justru kesal setengah mati setiap kali mendapatkan ucapan terima kasih dari para pembelinya.

"Saya kesal setiap kali mendapatkan ucapan terima kasih, saya harus menganggukan kepala saya, sampai leher saya ini sakit," ungkap sang penjual makanan lewat salah satu video di Douyin, platform TikTok versi China.

Bukannya Senang, Penjual Makanan Ini Kesal dengar Kata 'Terima Kasih' PembeliBukannya Senang, Penjual Makanan Ini Kesal dengar Kata 'Terima Kasih' Pembeli Foto: SAYS

Di Malaysia, penjual ini menyajikan Tianjin sejenis pancake enak khas China yang dibuat dadakan. Lalu hampir semua pembeli selalu mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan makanan yang mereka pesan. Menurut penjual itu, ucapan terima kasih ini dirasa tidak perlu. Karena di China sendiri, jarang ada orang yang mengucapkan terima kasih setelah membeli makanan.

"Jadi gini biar saya gambarkan, awalnya pembeli pesan Tianjin pancake buatan saya. Kemudian setelah saya buatkan mereka bilang terima kasih, terus ketika saya memberikan pancake itu mereka juga jawab terima kasih lagi sambil kasih uangnya. Setelah saya memberikan uang kembalian, mereka lanjut bilang terima kasih lagi," jelas sang penjual yang mulai kesal dengan kebiasaan orang Malaysia.

Bukannya Senang, Penjual Makanan Ini Kesal dengar Kata 'Terima Kasih' PembeliBukannya Senang, Penjual Makanan Ini Kesal dengar Kata 'Terima Kasih' Pembeli Foto: SAYS

Bahkan ia menyebut jika hal ini terjadi terus, dia akan mengalami sakit leher hingga nyeri di bagian leher. Apalagi ia menjual berbagai jenis pancake khas Tianjin yang beraneka rasa. Mulai dari rasa abon ayam, original, sosis Taiwan, luncheon sampai isian daging babi.

"Benar sih apa kata penjual ini, orang Malaysia suka sekali bilang makasih hahaha," komen salah satu netizen yang disukai netizen lainnya.



Simak Video "Bikin Laper: Cobain Rawon Malang Kesukaan SBY Yuk!"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com