Laris! Sate Ayam H. Ishak yang Legendaris Laku 6.000 Tusuk Sehari

Diah Afrilian - detikFood Sabtu, 09 Okt 2021 12:00 WIB
Jakarta -

Berjualan selama 67 tahun, usaha sate ayam H. Ishak diwariskan turun temurun. Hingga kini kelezatannya tetap terjaga dan cita rasanya tak pernah berubah.

Sudah lama menjadi kawasan kuliner di Kota Tangerang, membuat Pasar Lama Tangerang terkenal dengan beberapa kudapan legendaris yang kelezatannya tak lekang oleh waktu. Walaupun banyak berkembang makanan-makanan kekinian, tetapi makanan legendaris ini tetap selalu dicari.

Bahkan jika kamu berkunjung ke Pasar Lama Tangerang, kedai-kedai legendaris menjadi yang paling banyak dipenuhi oleh pembeli. Kelezatannya yang sudah terkenal membuat pelanggannya tetap setia hingga puluhan tahun.

Salah satunya adalah Sate Ayam H. Ishak yang legendaris. Walaupun sudah berjualan lebih dari setengah abad, sate yang satu ini masih saja tidak pernah sepi dari pembeli.

Sudah Eksis Lebih Dari Setengah Abad

Laris! Sate Ayam H. Ishak yang Legendaris Laku 6.000 Tusuk SehariLaris! Sate Ayam H. Ishak yang Legendaris Laku 6.000 Tusuk Sehari Foto: detikcom/Diah Afrilian

Almarhum Haji Ishak memulai usahanya dengan berkeliling menyambangi pembeli satu persatu. Baru mulai pada tahun 1954 mendiang mendapatkan sebuah tempat di kawasan kuliner Pasar Lama Tangerang yang hingga kini menjadi tempat satenya terus mangkal dan didatangi pembeli.

Sepeninggal Haji Ishak, anak-anaknya mengambil alih gerobak sate ayam yang legendaris ini. Dikelola oleh 12 orang, anak-anak dari Haji Ishak memiliki jadwalnya masing-masing untuk bergantian berjaga dan mengelola gerobak sate milik mendiang sang ayah.

Tidak mengalami kemunduran, Sate Ayam Haji Ishak ini justru terus berkembang dan tak kalah populer dengan jajanan viral yang ramai diperbincangkan di media sosial. Menurut keterangan Munar, anak dari Almarhum Haji Ishak, kepada detikcom (22/9), masih banyak pelanggan yang sudah sejak lama berlangganan rela datang jauh-jauh untuk mencicipi sate yang legendaris ini.

Bukan alasan lain, sate bergaya Madura ini memang mengaku menjaga kualitas dan cita rasanya yang khas agar para pelanggannya tak kecewa. Ternyata cara ini berhasil menjaga kesetiaan pelanggannya untuk kembali datang walaupun sudah berpuluh-puluh tahun lamanya.

Buka mulai pukul 2 siang, sate ayam yang tidak pernah sepi pembeli in akan ludes dalam waktu 6 jam saja. Tidak jarang saat akhir pekan Sate Ayam Haji Ishak juga bisa tutup lebih cepat karena lebih banyak pelanggan yang datang.

Baca juga: Wajib Coba! Ini 7 Jajanan Enak dan Favorit di Pasar Lama Tangerang

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com