Sering Main HP Saat Makan? Begini Menurut Pandangan Islam

Diah Afrilian - detikFood Minggu, 03 Okt 2021 07:00 WIB
Sering Main HP Saat Makan? Begini Menurut Pandangan Islam Foto: Getty Images/kupicoo
Jakarta -

Sebagian orang memilih makan sambil bermain handphone (HP). Ternyata begini menurut pandangan Islam.

Makan sendirian dengan suasana yang hening mungkin cukup nyaman untuk sebagian orang dan tidak cukup nyaman untuk sebagian lainnya. Mencari hiburan saat makan kerap dilakukan sebagian orang untuk menemaninya menghabiskan makanan.

Mulai dari menonton film hingga bermain ponsel menjadi cara yang banyak dilakukan orang untuk mengusir kesendirian saat makan. Ternyata dalam Islam makan sambil melihat atau menggunakan ponsel bukanlah suatu hal yang dianjurkan.

Dalam ajaran Islam, waktu makan merupakan waktu yang dianjurkan untuk membangun kebersamaan terutama dengan keluarga. Pada salah satu kesempatan, ulama asal Jawa Timur yang menetap di Malaysia, Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid menjelaskan pentingnya kebersamaan saat makan.

Sering Main HP Saat Makan? Begini Menurut Pandangan IslamSering Main HP Saat Makan? Begini Menurut Pandangan Islam Foto: Getty Images/kupicoo

"Zaman sekarang orang-orang lebih unik. Makan ditemani dengan handphone. Melihat berita, YouTube, atau media sosial. Jadi saat makan bersama dengan anak-anak istrinya masing-masing bermain handphone," kata Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid seperti dikutip dalam unggahan akun YouTube Majelis Ta'lim Darul Murtadza (1/7).

Baca juga: Hukum Makan di Warung Bayar Belakangan dalam Islam

Beliau juga mengungkapkan bahwa waktu makan justru dianjurkan untuk makan bersama. Saat makan juga disarankan untuk sedikit berbincang santai namun tidak mengobrol dengan terlalu banyak percakapan. Makan sambil ngobrol terlalu banyak bahkan hukumnya termasuk makruh.

Kisah menghiraukan orang lain pada saat makan ini ternyata juga pernah terjadi pada Nabi Ibrahim Alaihissalam. Pada zaman dahulu, Nabi Ibrahim Alaihissalam yang dihidangkan makanan mencari seseorang untuk ikut makan bersama beliau.

Kemudian bertepatan dengan salah seorang tengah melewati Nabi Ibrahim dan dipanggilah orang tersebut untuk makan bersama. Namun orang yang diajaknya makan ternyata bukan seorang Muslim.

Sering Main HP Saat Makan? Begini Menurut Pandangan IslamSering Main HP Saat Makan? Begini Menurut Pandangan Islam Foto: Getty Images/kupicoo

Setelah mengetahui kebenaran tersebut Nabi Ibrahim Alaihissalam mengatakan bahwa orang tersebut baru bisa makan bersamanya setelah beriman atau menjadi Muslim. Orang itu kemudian menolak dan pergi meninggalkan Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Namun setelah orang tersebut pergi meninggalkan Nabi Ibrahim Alaihissalam datanglah wahyu Allah SWT yang menegur sayyidina Ibrahim karena tidak mengajak orang tersebut untuk makan bersama. Namun Nabi Ibrahim Alaihissalam kemudian menyadari bahwa orang tersebut sudah lama ingkar tetapi tetap diberi rezeki oleh Allah SWT untuk bisa makan, sedangkan dirinya yang baru pertama kali justru menolak untuk makan dengan orang selain Muslim.

Nabi Ibraihim Alaihissalam kemudian langsung pergi dan mencari orang tersebut untuk tetap ikut makan bersamanya. Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam ini dikatakan oleh Habib Ali Zaenal Abidin Hamid mengajarkan bahwa makan dengan kebersamaan menjadi sesuatu yang begitu dianjurkan dalam ajaran Islam.

Hal ini juga membuktikan indahnya berbagi kebaikan dengan orang lain dengan menjalin kebersamaan dengan orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Allah SWT sengaja menciptakan orang bersuku-suku, berbangsa-bangsa yang berbeda untuk mengajarkan pentingnya kebersamaan dan saling menghargai.

Baca juga: Begini Hukum Makan dengan Tangan Kiri dalam Alquran dan Hadis



Simak Video "Dilarang Tulis Ucapan Natal di Cake, TOUS les JOURS Trending"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com