Awalnya Tersedak, Wanita Ini Alami Penyakit Langka dan Harus Makan Lewat Selang

Diah Afrilian - detikFood Minggu, 03 Okt 2021 11:00 WIB
Awalnya Tersedak, Wanita Ini Alami Penyakit Langka dan Harus Makan Lewat Selang Foto: The Sun
Jakarta -

Awalnya tersedak saat makan, wanita ini berujung alami penyakit langka. Ia diharuskan makan lewat selang selama 22 tahun!

Bukan hanya memerhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi, cara mengonsumsi makanan juga perlu diperhatikan. Pastikan makan perlahan dan mengunyah dengan halus agar tidak alami kecelakaan makan.

Makanan yang dikunyah hingga halus dapat membuat saluran pencernaan tidak bekerja begitu berat. Sebaliknya, tekstur makanan yang masih kasar dan langsung ditelan akan cukup membahayakan.

Mulai dari membuat saluran pencernaan bekerja lebih berat, hingga jika tersangkut dapat menghambat saluran pencernaan, dan bisa menyebabkan kematian. Akibat tersedak saat dirinya masih kecil, wanita ini bahkan didiagnosa penyakit langka dan hanya bisa makan menggunakan selang hingga dewasa.

Awalnya Tersedak, Wanita Ini Alami Penyakit Langka dan Harus Makan Lewat SelangAwalnya Tersedak, Wanita Ini Alami Penyakit Langka dan Harus Makan Lewat Selang Foto: The Sun

Mengutip The Sun (25/9), Leanne Sims sudah selama 20 tahun terakhir tidak bisa menelan makanan dengan normal. Sims didiagnosa mengidap penyakit langka bernama achalasia yang membuatnya kesulitan untuk menelan makanan dan minuman.

Baca juga: Hanya Makan Nugget Selama 18 Tahun, Bocah Ini Lahap 100 Nugget Seminggu

Kelainan ini dialaminya saat masih berusia 10 tahun. Awalnya ia tidak sengaja tersedak makanan yang tengah dikunyah. Sebelum didiagnosa mengidap penyakit langka, Sims sempat dicurigai mengalami kelainan makan atau eating disorder karena sakit selama bertahun-tahun setiap setelah makan.

Bertahun-tahun, Sims yang kini berusia 32 tahun telah mengalami perjalanan yang panjang untuk melakukan perawatan intensif atas malnutrisi dan mengalami sakit esophageal spasm setiap harinya. Sims merasa begitu sedih karena ia tidak akan pernah bisa makan bersama keluarga termasuk anak-anaknya.

"Aku kesulitan untuk makan stodgy dan makanan yang lengket. Saluran esofagus ku tidak menyukai temperatur dingin makanan atau minuman. Jadi aku harus hidup dengan Oatabix dengan susu panas, mie instan dan sup," kata Sims.

Awalnya Tersedak, Wanita Ini Alami Penyakit Langka dan Harus Makan Lewat SelangAwalnya Tersedak, Wanita Ini Alami Penyakit Langka dan Harus Makan Lewat Selang Foto: The Sun

Banyak sekali makanan-makanan yang ditemukan oleh Sims yang tidak bisa dikonsumsinya. Salah satunya adalah roti yang telah tiga tahun terakhir tak lagi bisa dikonsumsi oleh dirinya. Sims hanya bisa mengonsumsi biskuit yang dicelupkan ke dalam teh panas untuk camilan.

Hidup menjadi seorang istri dan ibu dari tiga orang anak dengan kelainan ini memang sungguh merepotkan untuknya. Kelainan achalasia membuatnya harus melakukan diet ketat dan selalu mengalami kecemasan saat makan maupun minum.

"Karena achalasia sangat jarang, tidak semua dokter bisa membantu dan aku merasa sangat sendirian selama bertahun-tahun," ungkap Sims.

Saat makan dan menelan dengan normal, Sims mengatakan bahwa makanan-makanan tersebut akan tersangkut di tenggorokannya. Saat coba untuk ditelan, Sims justru akan merasakan kesakitan yang sangat luar biasa bahkan rasa sakitnya mulai dari tenggorokan hingga dadanya.

Menurut keterangan dokter yang merawat Sims, kondisi ini menunjukkan bahwa saluran esofagus bawahnya tidak bisa terbuka sehingga makanan yang ditelan tidak bisa dicerna dan masuk ke rongga perut. Walaupun sudah pernah melakukan operasi untuk memperbaiki saluran esofagusnya, ternyata tindakan tersebut tidak membantu banyak.

Untuk Sims hingga saat ini, makan masih menjadi kegiatan yang menyebabkan traumatik. Sims juga sangat kesulitan untuk mengatur berat badannya karena karena ia kesulitan untuk bisa makan dan minum dengan normal.

Baca juga: 7 Gangguan Pola Makan Paling Aneh, Makan Sabun hingga Kotoran Manusia!



Simak Video "Bikin Laper: Menjajal Sate Taichan Terenak di Cengkareng"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com