Kisah 'Java Coffee' yang Kini Jadi Salah Satu Kopi Populer di Dunia

Devi Setya - detikFood Sabtu, 25 Sep 2021 06:00 WIB
biji kopi Foto: iStock

4. Kopi mulai ditanam di Indonesia

Bibit kopi yang dibawa VOC ke Pulau Jawa ini terbilang berhasil. Kopi kemudian menjadi komoditi pertanian yang menjanjikan karena memberikan keuntungan besar. Karena menjanjikan, tanaman pokok bahkan menjadi hal yang dikesampingkan.

Banyak masyarakat diminta untuk menanam kopi dan tebu. Sementara makanan pokok seperti padi justru menjadi tanaman yang dikesampingkan. Kopi kemudian menjadi salah satu barang paling dicari yang ditawarkan VOC.

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.Kisah 'Java Coffee' yang Kini Jadi Salah Satu Kopi Populer di Dunia Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA

5. Kopi mulai diperkenalkan ke Eropa

Setelah VOC sukses membangun perkebunan kopi di Indonesia, kemudian kopi diperkenalkan secara lebih luas ke Asia Tenggara dan kemudian ke Eropa pada tahun 1711.

Awalnya, perkebunan kopi hanya dibangun di Jawa. Ketika perdagangan meluas dan keuntungan terus bertambah, VOC memperluas perkebunan mereka ke pulau Sumatra dan Sulawesi. Perkebunan dan perdagangan kopi ini berlanjut bahkan setelah VOC kehilangan kekuasaan di Indonesia.

Karena perdagangan kopi menjadi begitu menggiurkan di Jawa, kopi mulai disebut sebagai 'java coffee'. Orang-orang menyebut secangkir kopi sebagai Java. Meskipun saat ini kopi tidak familiar disebut sebagai Java.

Saat ini kopi menjadi komoditas kedua yang paling banyak diperdagangkan di seluruh dunia. Brasil adalah produsen biji kopi terbesar. Kopi kini ditanam di seluruh dunia, dari Kenya hingga Ekuador dan dari Ethiopia hingga Kosta Rika.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Kenalan dengan Liberika, Jenis Kopi Langka dengan Rasa Unik"
[Gambas:Video 20detik]

(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com