Diplomasi Lewat Makanan Sudah Dilakukan Indonesia Sejak Abad 10

Riska Fitria - detikFood Senin, 13 Sep 2021 13:00 WIB
Diplomasi Lewat Makanan Sudah Dilakukan Indoensia Sejak Abad 10 Foto: iStock
Jakarta -

Gastronomi diplomasi atau gastrodiplomasi atau diplomasi lewat kuliner sudah sejak zaman kuno dilakukan. Bagaimana mereka mempromosikan kuliner lokal?

Indonesia dikenal dengan keragaman kuliner dari setiap daerah. Keragaman kuliner itulah yang menjadi strategi tanah air untuk menjalani hubungan kerja sama dengan negara lainnya dalam jangka panjang.

Hal itu yang dikenal dengan sebutan gastronomi diplomasi atau gastrodiplomasi, seperti yang dibahas oleh Good News From Indonesia (GNFI) lewat diskusi virtual yang bertajuk Festival Negeri Kolaborasi (09/09).

Gastrodiplomasi belakangan telah dilakukan oleh Indonesia dengan menggunakan kuliner khasnya, salah satunya adalah rendang khas Minang. Bagi masyarakat Minang, rendang bisa jadi tanda kasih sayang kepada anak. cucu dan keluarga di perantauan.

Itu karena proses membuatnya yang memakan waktu banyak dan penuh kesabaran. Kisah dan filosofi rendang itulah yang diperkenalkan secara global. Lantas, apakah gastrodiplomasi sudah dilakukan oleh Indonesia sejak zaman kuno?

1. Hanya Ada Hubungan Jual Beli Bahan Mentah

Diplomasi Lewat Makanan Sudah Dilakukan Indoensia Sejak Abad 10Diplomasi Lewat Makanan Sudah Dilakukan Indoensia Sejak Abad 10 Foto: iStock

Menurut Peneliti Ahli Utama Pusat Penelitian Arkeolog Nasional Dr. Titi Surti Nastiti, pada zaman kuno Indonesia belum mengenal gastrodiplomasi. Namun, saat itu ada hubungan jual beli bahan mentah.

Misalnya seperti beras, buah, sayur, rempah dan lainnya. Saat itu, Indonesia juga mengimpor bahan-bahan mentah untuk makanan tersebut ke luar negeri seperti India dan China.

"Kalau dilihat dari data tekstual arkeolog, prasasti dan berita asing gak pernah terlihat gastrodiplomasi," ujar Dr. Titi Surti Nastiti.

Baca Juga: Museum Gastronomi Indonesia Virtual Hadir untuk Pelestarian Kekayaan Kuliner Indonesia

2. Makanan untuk Pesta Kerajaan

Diplomasi Lewat Makanan Sudah Dilakukan Indoensia Sejak Abad 10Diplomasi Lewat Makanan Sudah Dilakukan Indoensia Sejak Abad 10 Foto: iStock

Meskipun tidak ada gastrodiplomasi, tetapi Indonesia sudah memiliki aneka kuliner khas sejak zaman kuno. Seperti saat pesta kerajaan atau acara penting untuk menyambut tamu kerajaan.

"Dulu udah ada nasi tumpeng itu tercatat bahkan dalam prasasti sebagai makanan paripurna atau makanan sempurna. Disebutkan juga dalam naskah Ramayana dari abad ke-10 melewati perjalanan panjang," ujarnya.

Selain itu, makanan yang ada di zaman kerajaan tersebut seperti wajik, dodol, tape, brem tuak, arak bandrek. Bahkan makanan lauk dari daging kerbau, kambing dan ayam.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com