Ilmuwan Temukan Gula Sehat dari Madu Lebah Tanpa Sengat

Devi Setya - detikFood Jumat, 03 Sep 2021 11:30 WIB
perusahaan startup membuat madu tanpa lebah dan susu tanpa sapi Foto: bbc/iStock
Jakarta -

Para ilmuwan baru saja menemukan gula sehat yang langka. Pemanis alami ini berasal dari madu lebah tanpa sengat dan diprediksi akan menjadi superfood terbaru.

Dilansir dari Phys (1/9) para ilmuwan baru saja menemukan produk pemanis alami yang bisa menjadi gula. Gula ini berasal dari madu lebah tanpa sengat dan diklaim memiliki kandungan nutrisi yang berlimpah sehingga lebih sehat.

Lewat penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di The University of Queensland yang bekerja sama dengan Queensland Health Forensic and Scientific Services menemukan gula yang disebut trehalulosa. Gula ini tidak ditemukan dalam jenis madu lain kecuali madu lebah tanpa sengat.

Tren Jelly Madu di TikTokIlmuwan Temukan Gula Sehat dari Madu Lebah Tanpa Sengat Foto: TikTok @_chwisbuncis_ @emilmario69 iStock

Trehalulosa ini diproduksi di dalam usus lebah. Ahli kimia organik yang sekaligus pemimpin penelitian UQ, Dr. Natasha Hungerford mengatakan asal mula gula langka ini telah menjadi teka-teki sejak ditemukannya kadar gula trehalulosa yang tinggi dalam madu lebah tanpa sengat.

"Kami tidak tahu apakah trehalulosa itu berasal dari sumber eksternal-mungkin dari flora asli," kata Dr. Hungerford. "Bisa jadi ada kandungan khusus dalam getah pohon yang dikonsumsi oleh lebah tak bersengat dan kemudian dibawa pulang ke sarangnya. Lebah tak bersengat menyimpan madunya dalam pot kecil yang terbuat dari campuran lilin lebah dan getah pohon."

Lebah tanpa sengat bisa ditemukan di seluruh dunia dengan iklim tropis dan subtropis. Jenis lebah ini tidak menghasilkan madu dalam jumlah banyak seperti halnya lebah madu Eropa (Apis Mellifera) yang menjadi penghasil madu utama di dunia.

Namun hasil madu dari lebah tanpa sengat yang sedikit ini memiliki kualitas unggulan. Bahkan sejak dahulu telah digunakan sebagai obat dari berbagai penyakit. Tak heran kalau madu ini dibanderol dengan harga tinggi.

"Trehalulosa lebih lambat dicerna dan tidak membuat glukosa dalam darah melonjak secara tiba-tiba," kata Dr. Hungerford.

Tim peneliti mencoba meneliti jenis lebah Australia yang diberi makan nektar bunga yang mengandung sukrosa, glukosa dan fruktosa. Namun jenis lebah ini menghasilkan madu dengan kandungan trehalulosa yang tidak tinggi.

Selain organ tubuh lebah yang khusus, beberapa tanaman seperti Grevillea dan Banksia diyakini memiliki nektar tinggi sukrosa yang secara alami menghasilkan madu tinggi trehalulosa. Bahkan lebah tanpa sengat ketika diberi makan gula bisa menghasilkan madu dengan trehalulosa.

"Madu yang kami hasilkan di laboratorium sebenarnya adalah madu palsu, dan kami dapat membedakannya dari madu alami dengan pengujian isotop. Sirup gula kaya trehalulosa yang diproduksi ini mungkin dianggap sebagai produk sekunder potensial dari lebah tanpa sengat, tetapi ini bukan madu."

Para peneliti kini mencoba meneliti kandungan sukrosa pada berbagai tanaman yang berpotensi menghasilkan trehalulosa.

"Kami ingin menyelidiki gula nektar yang ada dalam tanaman seperti macadamia, leci dan alpukat, dan apakah penyerbukan lebah tanpa sengat dari tanaman ini dapat menghasilkan tingkat trehalulosa yang tinggi dalam madu mereka," kata Dr. Hungerford.

Di Indonesia ada jenis madu yang dihasilkan dari lebah tanpa sengat. Madu ini dikenal sebagai sebutan madu klanceng. Madu ini punya rasa asam sedikit pahit dan kerap dijadikan obat herbal untuk berbagai penyakit.

Madu klanceng yang juga populer disebut sebagai madu trigona atau madu kelutut ini dihasilkan dari lebah Trigona Spp. Lebah ini punya bentuk fisik kecil dan ramping.

Madu dari jenis lebah ini memang diklaim lebih sehat namun jumlahnya sangat terbatas. Tak heran kalau madu klanceng memiliki harga tinggi.



Simak Video "Bikin Laper: Kepak Madu Buatan Pilot Rupawan"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com