Sunnah Makan Rasulullah: Baca Bismillah-Tak Meniup Makanan Panas

Kristina - detikFood Jumat, 13 Agu 2021 07:00 WIB
Ikuti Adab Makan dalam Islam Agar Kenyang dan Berlimpah Pahala Foto: Getty Images/iStockphoto/CreativaImages
Jakarta -

Adab makan sejatinya telah diajarkan oleh Rasulullah SAW sejak zaman dahulu. Di antara sunnah makan yang diajarkan Beliau adalah membaca basmalah hingga tidak meniup makanan yang panas.

Makanan yang disyariatkan dalam Islam adalah makanan yang halal dan baik. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 168.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ - ١٦٨

Artinya: "Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al Baqarah: 168).

Sunnah Makan Rasulullah

Dikutip dari buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari oleh Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih, berikut sunnah makan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

1. Membaca Bismillah

Umat Islam dianjurkan untuk membaca bismillah ketika hendak makan. Disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dari Umar bin Abu Salamah, ia berkata:

"Saat aku masih anak-anak dalam pengasuhan Rasulullah SAW, tanganku ke sana-ke mari dalam wadah makanan. Rasulullah SAW berkata kepadaku, "Wahai anak, ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang ada di dekatmu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnu Hajar menjelaskan, ucapan bismillah ini dilakukan saat mulai makan. Dalam shahih Abu Dawud dan At Tirmidzi dikatakan apabila seseorang lupa menyebut nama Allah saat mulai makan, maka dapat mengucapkannya di tengah-tengah makan dengan bacaan bismillah awwlahu wa aakhirahu.

"Jika salah seorang di antara kalian makan, maka sebutlah nama Allah, jika ia lupa menyebut nama Allah di awalnya, hendaknya ia mengucapkan bismillah awwalahu wa aakhirahu (Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya)." (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi).

2. Makan Makanan yang Terdekat

Hal ini didasarkan pada salah satu hadits yang berasal dari Umar bin Abu Salamah, padanya Nabi SAW bersabda, "Dan makanlah yang di dekatmu."

An-Nawawi berkata, "Yang ketiga: makan yang di dekatnya. Karena memakan makanan yang ada di tempat tangan orang lain adalah sikap yang kurang sopan dan tidak beretika. Bisa membuat orang lain merasa jijik, apalagi makanan yang berkuah dan yang sepertinya." (Syarh Muslim, An-Nawawi).

3. Makan dengan Tiga Jari

Disunnahkan untuk makan dengan tiga jari. Dalam hal ini, seseorang dapat mempraktekkannya apabila makanan tersebut bisa diambil dengan tiga jari, seperti kurma.

Dalil kesunnahan ini merujuk pada hadits Ka'ab bin Malik, "Rasulullah SAW biasanya makan dengan tiga jari, menjilati tangannya sebelum mengusapkan dengan lap." (HR. Muslim).

Adapun, makanan yang tidak bisa diambil dengan tiga jari, seperti nasi, IbnuUtsaimin dalamSyarhRiyadhu Ash-Shalihih mengatakan, boleh baginya untuk makan menggunakan lebih dari tiga jari. Namun sekali lagi, makanan yang dapat diambil dengan tiga jari hendaknya cukup dengan tiga jari saja, karena ia termasuk sunnah Nabi SAW.

Tidak menyisakan makanan di piring

Klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com