Mengenal Pulau Run, Pulau Penghasil Pala yang Pernah Ditukar dengan Manhattan

Riska Fitria - detikFood Kamis, 12 Agu 2021 13:30 WIB
Mengenal Pulau Run, Pulau Penghasil Pala yang Pernah Ditukar dengan Manhattan Foto: iStock
Jakarta -

Indonesia merupakan negara penghasil rempah terbesar. Bahkan ada sebuah pulau di Indonesia yang ditukar dengan Manhattan oleh Belanda.

Kuliner Indonesia adalah bukti keanekaragaman budaya Indonesia. Satu unsur penting dalam kuliner Indonesia yang kaya akan rasa itu ialah penggunaan rempah. Tak ada kuliner nusantara tanpa penggunaan rempah.

Hal tersebut diungkap oleh pakar kuliner William Wongso dalam webinar Jalur Rempah yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) (10/08).

Baca Juga: 7 Rempah yang Menyehatkan Paru-paru, Bikin Pernapasan Lega!

Mengenal Pulau Run, Pulau Penghasil Pala yang Pernah Ditukar dengan ManhattanMengenal Pulau Run, Pulau Penghasil Pala yang Pernah Ditukar dengan Manhattan Foto: iStock

William Wongso menyebutkan bahwa dalam sejarahnya, rempah merupakan bagian dari komoditi perdagangan pada zaman penjajahan Belanda, Portugis dan Spanyol. Mereka datang ke Indonesia untuk membeli rempah-rempah.

Maka tak heran Indonesia pernah mendapat julukan sebagai spices island atau pulau rempah. Namun, ada keracunan soal pengertian antara rempah, bumbu dan bumbu instan.

"Rempah itu bumbu kering, seperti pala cengkeh, kapulaga, kayu manis dan sebagainya. Bumbu itu bumbu segar yang diolah, seperti cabai, bawang merah, bawang putih kunyit dan lengkuas," ujar William Wongso.

Sementara bumbu instan masuk ke dalam kategori penyedap yang biasanya dalam bentuk bubuk. Melimpahnya rempah di Indonesia sampai pernah membuat pulau Run di Banda ditukar dengan Manhattan.

"Kalau pulau Run pada saat itu sejarahnya penghasil rempah yang hasilnya luar biasa kalau dibawa ke Eropa," tutur William Wongso.

1. Dimana Pulau Run Berada?

Pulau Run adalah bagian dari Kepulauan Banda, di provinsi Maluku. Pulau Run dikenal sebagai penghasil pala terbesar di dunia. Saat itu, pala hanya tumbuh di Kepulauan Banda saja.

Itu karena Kepulauan Banda memiliki cuaca yang baik dengan iklim tropis dan tanah yang subur, sehingga pala dapat tumbuh dengan baik di Kepulauan Banda. Pala dapat dipetik buahnya setelah 7-9 tahun.

Maka tak heran pala saat itu dijual dengan harga yang tinggi. Saking melimpahnya pala di sana, sampai membuat Pulau Run menjadi rebutan Belanda dan Inggris.

2. Awal Perebutan Pulau Run

Mengenal Pulau Run, Pulau Penghasil Pala yang Pernah Ditukar dengan ManhattanMengenal Pulau Run, Pulau Penghasil Pala yang Pernah Ditukar dengan Manhattan Foto: iStock

Diceritakan bahwa kapal pinnace Belanda adalah kapal pertama yang mendarat di laut Banda. Saat itu, Belanda, Inggris, Spanyol dan Portugis terlibat persaingan menemukan rempah untuk menguasai perdagangan rempah.

"Rempah itu memang sudah jadi komoditi perdagangan pada zaman penjajahan Belanda, Portugis dan Spanyol," ujar William Wongso.

Karenanya semua orang ingin memangkas keuntungan dari pedagang Arab dan Asia yang merahasiakan lokasi Kepulauan Banda. Ketika Belanda berhasil menemukan Banda, mereka langsung melindungi rempah-rempah dengan membentuk perusahaan VOC.

Taktik yang dijalani Belanda pun sangat brutal karena membantai semua penduduk asli Banda. Hingga akhirnya VOC berhasil menguasai perkebunan pala.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com