Di 5 Negara Ini Tikus Diolah Jadi Makanan Lezat yang Populer

Devi Setya - detikFood Jumat, 23 Jul 2021 16:30 WIB
Di Pasar Ini Daging Tikus Lebih Populer dari Daging Ayam Foto: Getty Images/iStockphoto/Christian-Fischer
Jakarta -

Bagi sebagian orang, tikus termasuk hewan menjijikan. Tapi di 5 negara ini tikus dijadikan santapan lezat favorit banyak orang.


Masyarakat di beberapa negara terbukti doyan makan tikus. Saking istimewanya, daging hewan pengerat ini bahkan dihadirkan sebagai makanan di festival. Banyak yang menganggap daging tikus lebih lezat dibandingkan daging ayam ataupun sapi.

Kendati demikian, tikus termasuk hewan yang berpotensi memberi dampak buruk pada kesehatan. Dalam tubuh tikus terkandung bakteri dan virus yang bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Dilansir dari Medical News Today (22/7) daging tikus bisa menyebabkan infeksi bakteri leptospirosis yang berdampak pada demam, sakit kepala, diare hingga batuk. Daging tikus juga mengandung hantavirus yang dampak terbesarnya adalah kematian. Hantavirus yang menginfeksi tubuh dapat menyebabkan paru-paru penuh cairan sehingga sulit bernapas.

Tikus juga mengandung bakteri Salmonella yang jika masuk ke dalam tubuh akan mengganggu kesehatan. Gejala dari infeksi Salmonella meliputi diare, penurunan berat badan, kram perut, muntah, mual, hingga munculnya darah pada kotoran.

Sederet risiko makan daging tikus ternyata tidak membuat beberapa orang berhenti menyantapnya. Setidaknya ada 5 negara yang masyarakatnya gemar mengonsumsi daging tikus. Tak dapat dipungkiri, di Indonesia pun ada minoritas masyarakat yang masih makan daging tikus, seperti di Manado.

Berikut beberapa negara yang masyarakatnya doyan makan tikus.

1. India


Masyarakat sebuah desa terpencil di perbukitan timur laut India diketahui suka makan daging tikus. Masyarakat suku Adi di kawasan ini selalu merayakan Unying-Aran yakni festival makan daging tikus. Festival yang digelar setiap tanggal 7 Maret ini menghadirkan aneka olahan tikus.

Dilansir dari BBC (22/7) oleh masyarakat setempat, daging tikus diolah menjadi sup bule bulak oying. Isi hidangan ini adalah campuran isi perut tikus seperti usus, hati, janin tikus, ekor, kaki dan daging tikus. Sup ini juga dibumbui dengan garam, cabai dan jahe untuk mengurangi aroma amis.

Victor Benno Meyer-Rochow dari Universitas Oulu, Finlandia, yang meneliti tentang tikus di suku Adi mengatakan bagian ekor dan kaki tikus sangat digemari masyarakat. Orang-orang suku Adi juga menganggap daging tikus sebagai daging terbaik dan terenak.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Cara Usir Tikus dengan Bahan-bahan Masakan di Dapur"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com