Krengsengan Kepala Kambing Pak Wi Legendaris, Ada Otak, Lidah, hingga Mata Kambing

Faiq Azmi - detikFood Selasa, 20 Jul 2021 11:58 WIB
Krengsengan Kepala Kambing Pak Wi Legendaris, Ada Otak, Lidah, hingga Mata Kambing Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Rayakan Idul Adha hidangan kambing jadi buruan warga. Di Kota Surabaya, ada krengsengan kepala kambing Pak Wi yang sudah terkenal sejak 47 tahun lalu. Lezatnya tak berubah!

Depot Pak Wi terletak di kawasan Alun-Alun Bangunsari Selatan, Surabaya. Tempat ini menyajikan kuliner krengsengan kepala kambing. Isi krengsengannya, ada otak, kulit kepala, lidah, telinga, hingga mata kambing.

"Menu favorit sejak 1974, krengsengan kepala kambing. Ini yang paling laris, isinya ya tergntung pembeli, minta isinya mata aja ya bisa, minta bagian kulit atau lidah aja bisa," ujar Tutik kepada detikcom, Senin (19/7/2021).

Krengsengan Kepala Kambing Pak Wi Legendaris, Ada Otak, Lidah, hingga Mata KambingKrengsengan Kepala Kambing Pak Wi Legendaris, Ada Otak, Lidah, hingga Mata Kambing Foto: Faiq Azmi/detikcom

Tutik menjelaskan, sajian krengsengan kambing miliknya, banyak diburu warga. Apalagi, isi krengsengan yang barbar. Meski begitu, ia menyebut, lemak dalam krengsengan kambing racikannya sudah dikurangi sehingga aman dikonsumsi.

Untuk saat ini, seporsi krengsengan kepala kambing ini dihargai Rp 40.000. Sehari, Tutik bisa menghabiskan 10-12 ekor kepala kambing. Ia juga membeberkan sejumlah bumbu yang digunakannya.

"Kalau bahan bumbunya simpel ya, kayak bawang putih digeprek, terus diharumkan, dan dimasukkan irisan kepala. Proses sebelumnya, kepala kambing dibakar dulu, terus direbus, diiris. Habis diiris sesuai ukuran, direbus lagi agar lunak. Terus pas dikrengseng dikasih garam, penyedap, kecap, daun bawang," bebernya.

Krengsengan Kepala Kambing Pak Wi Legendaris, Ada Otak, Lidah, hingga Mata KambingKrengsengan Kepala Kambing Pak Wi Legendaris, Ada Otak, Lidah, hingga Mata Kambing Foto: Faiq Azmi/detikcom

Krengsengan Pak Wi warnanya kecokelatan dengan bumbu pekat. Krengsengan dikenal dengan rasa manis gurih yang khas karena memakai kecap manis dan petis. Di depot Pak Wi disajikan dengan potongan kucai dan daun bawang, berikut irisan bawang merah dan jeruk nipis. Dilengkapi dengan sambal kecap rawit.

Depot Pak Wi sudah ada sejak 1974. Awalnya, depot ini bernama Depot Kaswi yang dimiliki oleh ayah Tutik (Kaswi). Dahulu, kuliner krengsengan Pak Wi, banyak diburu oleh awak kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Konon katanya, krengsengan kepala kambing bisa menambah vitalitas.

Krengsengan Kepala Kambing Pak Wi Legendaris, Ada Otak, Lidah, hingga Mata KambingKrengsengan Kepala Kambing Pak Wi Legendaris, Ada Otak, Lidah, hingga Mata Kambing Foto: Faiq Azmi/detikcom

"Karena dulu di sekitar sini kan lokalisasi (Bangunsari, Kremil). Nah banyak, awak kapal yang sandar, kalau mau ke lokalisasi mampir ke sini. Makan krengsengan kambing dulu, katanya bisa buat nambah stamina, vitalitas," terang Tutik.

Selama PPKM darurat, Tutik lebih banyak melayani warga yang memesan online. Pasalnya, oleh aparat setempat, depotnya dilarang melayani makan di tempat (dine in) hingga PPKM darurat selesai.



Simak Video "Kata Ustaz Khalid Basalamah soal Persepsi Kambing Makanan Tak Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com