Inspiratif! Lulusan Terbaik dari Amerika Serikat Ini Pilih Jadi Peternak Sapi

Devi Setya - detikFood Minggu, 18 Jul 2021 16:30 WIB
Inspiratif! Lulusan Terbaik dari Amerika Serikat Ini Pilih Jadi Peternak Sapi Foto: Youtube Pecah Telur
Jakarta -

Mendapat gelar sebagai lulusan terbaik dari salah satu kampus di Amerika Serikat tak membuat pria ini gengsi jadi peternak. Ia membuat peternakan sapi modern di Tuban, Jawa Timur.

Pria bernama Tatag ini sama sekali tak gengsi setiap hari harus berurusan dengan sapi di peternakannya. Padahal ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Oregon State University, Amerika Serikat.

Tatag yang asli berdarah Tuban, Jawa Timur ini termasuk pemuda yang gigih, ia mengenyam pendidikan SMA dan kuliahnya dengan mengandalkan beasiswa. Setelah lulus, Tatag tak memilih untuk bekerja di perusahaan bergengsi, ia justru memilih menjadi peternak sapi.

Inspiratif! Lulusan Terbaik dari Amerika Serikat Ini Pilih Jadi Peternak SapiInspiratif! Lulusan Terbaik dari Amerika Serikat Ini Pilih Jadi Peternak Sapi Foto: Youtube Pecah Telur

Lewat tayangan video youtube Pecah Telur (3/6), Tatag membagikan pengalamannya. Peternakan sapi yang ia bangun ini terbilang baru karena Tatag baru memulainya saat pandemi Corona. Meskipun terbilang baru tapi peternakan sapi ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Sebelum mulai beternak, Tatag adalah lulusan terbaik dari Oregon State University, Amerika Serikat sekaligus Sampoerna University, Indonesia. Selama 4 tahun, Tatag berhasil menyelesaikan pendidikan di dua jurusan sekaligus dua negara ini.

"Kuliah double gelar. Gelar dari Amerika dan Indonesia, keduanya Alhamdulillah cumlaude dan gratis," ujar Tatag sambil tersenyum.

Tentu tidak mudah menjalani pendidikan ganda seperti ini. Tatag mengaku setiap hari hanya punya waktu tidur selama 3 jam. Ia juga kerap bolak balik ke Amerika saat ada kegiatan di kampusnya.

Selama berkuliah juga Tatag banyak berorganisasi serta mengerjakan proyek. Uang hasil kerjanya ini ia tabung untuk membeli tanah, kini tanahnya dimanfaatkan sebagai area peternakan sapi.

"Saat kuliah banyak handel proyek. Uangnya ditabung, saya beli tanah buat peternakan, kurang lebih 2.500 meter dan InsyaAllah mau bertambah," ujar Tatag.

Tanpa rasa gengsi sedikitpun, Tatag mengaku bangga menjadi peternak sapi. Ia berfokus pada sapi potong yang di peternakannya menjalankan sistem modern. Tatag mengatakan peternakan konvensional sebenarnya membutuhkan anak muda yang punya inovasi untuk membuat peternakan jadi modern.

Memiliki latae belakang pendidikan di dunia bisnis dan akuntansi tentu tak membuat Tatag langsung sukses menjadi peternak. Ia mengaku pernah beberapa kali gagal.

"Jangan takut rugi karena itulah awal modal untuk kita belajar," ujarnya.

Kini di peternakannya, Tatag sudah memiliki belasan ekor sapi. Ke depannya, ia berencana membuat peternakan yang bisa jadi pusat rekreasi sekaligus edukasi. Ia sudah mengonsep peternakannya ini dengan matang.


"Beternak itu bukan identik orang tua lagi, anak muda pun bisa. Banyak inovasi di dunia peternakan yang butuh anak muda. Punya sapi ibaratnya punya motor. Punya sapi 10 kaya punya motor 10. Kita bangun peternakannya mau rapi atau berantakan tergantung kita. Jadi peternak itu jangan anggap remeh," bebernya.

Tatag mengaku akan terus menjadi peternak. Soal gelar pendidikan yang ia kantongi, Tatag sama sekali tak gengsi.

"Beternak itu juga bisa menghasilkan banyak uang. Ini pekerjaan yang instagramable kok, tinggal kita bagaimana mengelolanya," pungkas Tatag.



Simak Video "Margo Utomo, Taman Agrowisata yang Berkembang Pesat, Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
e-Life
×
Kenapa Kau Paksa Aku Aborsi, Sayang?
Kenapa Kau Paksa Aku Aborsi, Sayang? Selengkapnya