Roti dan Bebek Panggang Terbukti Sudah Disantap Masyarakat Mesir Kuno

Devi Setya - detikFood Sabtu, 10 Jul 2021 12:00 WIB
Roti prata Foto: iStock
Jakarta -

Banyak penelitian yang mengungkap pola makan dan jenis makanan yang disantap masyarakat Mesir kuno. Ternyata mereka gemar makan roti dan memasak bebek panggang.


Temuan makam kuno, piramida megah dan kuil-kuil di Mesir membuat para arkeolog semakin semangat menggali segala hal tentang peradaban di masa lalu. Termasuk salah satunya soal pola makan yang dijalani masyarakat Mesir ribuan tahun lalu.

Di dalam bangunan-bangunan megah ini, arkeolog perlahan menemukan banyak relief yang menggambarkan pola makan, cara makan, bahan makanan hingga proses pemasakan makanan. Hal ini juga mengungkap makanan apa yang dimakan masyarakat dan juga penguasa saat itu.

Khalid el-Anany, Egypt's tourism and antiquities minister, right, and Mostafa Waziri, secretary-general of the country's Supreme Council of Antiquities, left, stand over a sarcophagus at the Saqqara archaeological site, 30 kilometers (19 miles) south of Cairo, Egypt on Saturday, Oct. 3, 2020. El-Anany says at least 59 sealed sarcophagi with mummies inside were found in three wells at the vast necropolis, believed to have been buried there more than 2,600 years ago. (AP Photo/Mahmoud Khaled) Roti dan Bebek Panggang Terbukti Sudah Disantap Masyarakat Mesir Kuno Foto: AP/Mahmoud Khaled

Dilansir dari History (10/7) ternyata masyarakat Mesir kuno sangat gemar makan roti. Di samping itu, bir juga jadi minuman yang cukup populer.

Magda Mehdawy dan Amr Hussein dalam The Pharaoh's Kitchen menyebutkan, sejak periode pra-dinasti, orang Mesir Kuno mengonsumsi berbagai roti yang terbuat dari biji-bijian. Biji-bijian utama yang dibudidayakan orang Mesir kuno adalah gandum emmer. Emmer merupakan sumber nutrisi yang cukup seimbang, tinggi mineral dan serat dibandingkan biji-bijian lain yang sejenis.

Selain dimakan langsung, roti juga kerap diolah atau dimakan bersama makanan lain seperti bawang merah, bawang putih, lentil, daun bawang, lobak, selada, dan timun. Masyarakat Mesir kuno sangat pandai membuat roti.

Masih seputar roti, beberapa orang membuat bir dengan mengandalkan roti. Bir di zaman Mesir kuno terbuat dari roti yang dihancurkan lalu dicampur air dan difermentasi dalam tong besar. Ragi pada roti menghasilkan bir yang asam dan kental.

"Ini menghasilkan minuman kental dan keruh yang mungkin akan membuat jijik orang-orang modern saat ini," catat History. "Tapi itu juga bergizi dan sehat, dan mengisi banyak kekurangan nutrisi dari makanan kelas bawah."

Dari pendeta sampai pekerja kasta paling rendah mengonsumsi roti dan bir setiap hari. Meski demikian, roti yang dikonsumsi memiliki kualitas berbeda.

Para penguasa dan keluarga kerajaan makan roti diselingi sayuran, daging, dan biji-bijian setiap makan. Ditambah anggur dan produk susu seperti mentega dan keju.

Tak hanya mahir membuat roti dan bir, masyarakat Mesir kuno juga mahir berburu dan mengolah hewan hasil buruan. Berbagai hewan liar seperti kuda nil, rusa, bangau dan bebek. Dari peninggalan makam kuno diketahui bahwa mereka mengolah daging hewan seperti kijang panggang madu dan bebek panggang.

Pasta with a plate of sauce on the table in Cairo, EgyptRoti dan Bebek Panggang Terbukti Sudah Disantap Masyarakat Mesir Kuno Foto: iStock

Makanan yang diolah masyarakat Mesir kuno ini juga diyakini menjadi santapan Firaun dan raja-raja Mesir yang berkuasa. Bahkan sampai saat ini ada beberapa makanan yang masih bisa dijumpai di wilayah Mesir Selatan yakni wilayah Mesir Hulu dan Nubia.

Karena berada di kawasan terpencil, metode memasak di Mesir Hulu dan Nubia masih mengandalkan cara masak yang diwarisi secara turun-temurun. "Masakan di wilayah itu kemungkinan paling dekat dengan makanan yang disiapkan di dapur Firaun," pungkas Magda Mehdawy dan Amr Hussein.



Simak Video "Bikin Laper: Lobster Mentai Mozzarella yang Menggoda"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com