5 Fakta Ikan Buntal yang Sebabkan Warga Sikka NTT Tewas

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 29 Jun 2021 12:00 WIB
Ikan buntal Foto: iStock
Jakarta -

Konsumsi ikan buntal membuat belasan warga Sikka, NTT keracunan hingga tewas. Jenis ikan beracun ini sebenarnya bisa dikonsumsi, namun tidak sembarangan.

Ikan buntal atau ikan fugu memakan korban di Indonesia. Pada Minggu (27/6), 13 warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga keracunan setelah makan ikan buntal.

Empat orang di antara mereka bahkan tewas karena mengonsumsi ikan dengan nama lain pufferfish ini. Kejadian konsumsi ikan buntal yang menewaskan seseorang bukanlah yang pertama di tanah air.

Sebelumnya bocah di Buleleng, Bali juga tewas usai makan kerupuk kulit ikan buntal. Lalu ada juga kisah tragis tiga orang dari sebuah keluarga di Banyuwangi meninggal setelah makan ikan buntal hasil pancingan salah satu korban.

Sebenarnya racun apa yang terdapat dalam ikan buntal? Seberbahaya apakah racun tersebut jika termakan? Dan apakah ikan buntal benar-benar tidak bisa dikonsumsi?

Detikfood merangkum 5 fakta ikan buntal seperti berikut:

1. Efek racun ikan buntal

Ikan buntal terkenal dengan kemampuannya menggembungkan diri saat merasa terancam. Karena hal ini pula nama 'buntal' disematkan. Pasalnya bentuk ikan jadi seperti buntalan. Ikan buntal memiliki sekitar 200 spesies yang hidup di air asin dan air tawar.

Racun pada ikan buntal bernama tetrodotoxin. Racun ini terdapat pada hati, ginjal, insang, dan kulitnya. Racun ikan buntal memiliki efek berbahaya pada tubuh jika dikonsumsi. Tetrodotoxin mampu menghalangi aliran sodium, melumpuhkan otot, hingga membuat orang yang memakannya tidak bisa bernafas lalu meninggal.

Seorang bocah 9 tahun di China pernah alami koma lantaran makan ikan buntal. Jantungnya bahkan sempat berhenti berdetak beberapa kali. Untungnya bocah ini berhasil diselamatkan tim dokter.

Baca Juga: Diberi Makan Ikan Fugu yang Beracun dan Berbahaya, Bocah Ini Kritis

2. Racun ikan buntal 100 kali tingkat racun sianida

6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di JepangFoto: iStock

Dikutip dari detiknews (11/3/20), Dosen FKIP/Pendidikan Biologi Universitas Tujuh belas Agustus (Untag) 1945 Banyuwangi, Dr. Susintowati, MSc menjelaskan soal racun ikan buntal. Ia menyebut tingkat toksisitas racun ikan ini diperkirakan hingga 100 kali tingkat racun sianida.

Ia menjelaskan racun dalam tubuh ikan buntal tergolong neurotoksin, yaitu racun yang dapat bereaksi pada sistem saraf. Neurotoksin yang umum dapat menimbulkan kelumpuhan.

Korban keracunan ikan buntal yang dapat bertahan lebih dari 24 jam, umumnya dapat bertahan hidup meskipun ada kemungkinan alami koma beberapa hari. Namun pada beberapa kasus, konsumsi ikan buntal menewaskan korban dalam waktu cepat.

Baca Juga: Seberbahaya Apa Sih Racun Ikan Buntal Jika Dikonsumsi Manusia

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Icip-icip Sandwich Subway yang Baru Buka Lagi di Citos"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com