6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di Jepang

Diah Afrilian - detikFood Senin, 11 Jan 2021 11:30 WIB
6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di Jepang Foto: iStock
Jakarta -

Ikan fugu atau ikan buntal menjadi makanan ikonik di Jepang. Menurunnya pariwisata akibat pandemi, menyebabkan ikan fugu dilelang besar-besaran.

Ikan fugu atau ikan buntal ini merupakan ikan yang memiliki bentuk badan yang pipih dan lebih lebar dari ikan pada umumnya. Ikan buntal akan menggembungkan dirinya hingga seperti bola saat merasa ada ancaman. Jika kamu pernah menonton film kartun SpongeBob, kamu akan melihat ikan buntal saat Nyonya Puff muncul.

Ikan fugu atau ikan buntal merupakan ikan yang sebenarnya beracun. Butuh keahlian yang tinggi untuk bisa menyajikan ikan ini dan dapat dikonsumsi dengan aman.

Ikan buntal mengandung tetrodotoxin yang merupakan sebuah racun yang cukup berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan kematian jika tertelan. Tetapi, dengan keahlian sang koki yang tidak diragukan lagi, beberapa restoran mampu menyajikan ikan buntal bahkan sebagai menu utama mereka.

6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di Jepang6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di Jepang Foto: iStock

Ikan buntal dapat hidup di perairan tawar maupun asin. Ada lebih dari 100 spesies ikan buntal yang bisa ditemukan di samudera Pasifik, laut merah, sungai Mekong serta sungai Amazon.

Ikan buntal, atau di Jepang lebih dikenal dengan ikan fugu, menjadi komoditas di Jepang. Tetapi hanya beberapa koki yang memiliki lisensi untuk mengolah ikan buntal yang bisa menyajikan ikan buntal di restorannya.

Baca Juga: Sering Dikonsumsi di Jepang dan China, Ini Bagian Ikan Fugu yang Beracun

Tahun 2020 lalu, harusnya menjadi perayaan ke-100 tahun beroperasinya restoran bernama Zuboraya. Restoran ini merupakan restoran yang terkenal oleh para wisatawan dengan menu khas ikan buntalnya yang berlokasi di Osaka, Jepang.

Mengutip dari Food and Wine (6/1), Zuboraya telah dikenal sebagai restoran pertama di Osaka yang mampu menyajikan ikan buntal dan bahkan diakui sebagai simbol ikonik dari distrik Shinsekai Osaka. Sayangnya, akibat pandemi virus corona yang sedang berlangsung, restoran ini terpaksa tutup pada bulan September.

6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di Jepang6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di Jepang Foto: iStock

Perpisahan restauran ini ditandai dengan ucapan terimakasih pada pintunya. Pada tengah malamnya juga patung ikan buntal raksasa yang menjadi maskot restoran ini diturunkan dan seakan-akan seperti sebuah perpisahan yang menyedihkan.

"Terima kasih atas cintamu selama bertahun-tahun ini. Tolong jaga diri kalian, semuanya. Selamat tinggal, dan sampai jumpa lagi!" begitu ucapan perpisahan yang bisa ditemukan di pintu restoran ini.

Selain itu, pandemi juga telah mempengaruhi penjualan di Jepang sehingga banyak ikan buntal yang dilelang di pasar ikan. Menurut NHK-World Japan, lelang ini diadakan di Shimonoseki, yang merupakan pasar ikan terbesar di negara ini yang dikhususkan untuk menjual makanan laut yang berpotensi beracun.

Lebih dari 6 ton ikan buntal dijual pada hari Senin (5/1) lalu. Tawaran tertinggi adalah 15.000 Yen atau setara dengan lebih dari Rp. 2 Juta untuk satu kilogram ikan buntal.

Harga ini justru dikatakan mengalami penurunan sebesar 25% dibandingkan tahun lalu. Penurunan harga jual ini diyakini sebagai dampak dari penurunan minat sebagian besar restoran serta dari penurunan jumlah pariwisata yang turun drastis.

6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di Jepang6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di Jepang Foto: iStock

Jepang sebelumnya belum pernah melakukan lockdown secara luas. Tetapi Perdana Menteri Yoshihide Suga diperkirakan akan menyatakan pandemi covid-19 sebagai keadaan darurat minggu ini untuk Tokyo dan prefektur Chiba, Kanagawa, dan Saitama. Jepang saat ini tidak mengizinkan perjalanan untuk pariwisata atau sebagian besar kunjungan jangka pendek lainnya.

Meskipun harga di bawah rata-rata, lelang masih sesuai dan mengikuti format tradisional. Penawar harus meletakkan tangannya di tas hitam dan memberikan informasi penawar potensial tentang setiap lelang melalui serangkaian kode tangan.

Calon pembeli akan mengomunikasikan tawaran mereka dengan cara menggenggam jari-jari pelelang dengan cara tertentu. Lelang itu sendiri dilakukan secara diam-diam dan penawar pemenang diumumkan oleh komunikasi dengan jari tanpa kata.

Dilaporkan bahwa ada beberapa teori yang telah berusaha menjelaskan mengapa lelang ikan buntal dilakukan seperti itu. Berkisar dari fakta bahwa mereka ditahan selama musim dingin sehingga lebih hangat untuk menjaga tangannya di dalam tas hingga anggapan bahwa penawar mungkin tergoda untuk menawar lebih rendah di tempat terbuka.

Salah satu distributor ikan buntal telah menyarankan bahwa lelang selanjutnya akan melihat harga penjualan yang mungkin akan lebih rendah akibat ketetapan pandemi sebagai situasi darurat yang dilakukan oleh Perdana Menteri. Hal ini menjadi kabar buruk bagi industri restoran. Tetapi berpotensi menjadi kabar baik bagi pelelangan ikan buntal.

Baca Juga: Ikan Buntal Beracun Justru Jadi Sajian Mewah di Jepang



Simak Video "Makanan Siap Masak dan Siap Makan Jadi Tren di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com