Curhat Jualan Pizza Tak Laku, Setelah Viral Jadi Laris Manis

Devi Setya - detikFood Senin, 21 Jun 2021 18:00 WIB
Curhat Jualan Pizza Tak Laku, Setelah Viral Jadi Laris Manis Foto: detikFood/Devi S. Lestari
Jakarta -

Riki setiap malam berjualan pizza gerobakan di kawasan Condet, Jakarta Timur. Setelah curhat di TikTok pizzanya tak laku, kini kedai pizzanya jadi ramai pembeli.

Gerobak pizza sederhana dengan label 'Pizza Apa Ya' ini setiap malam mangkal di kawasan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur. Belum lama ini Riki curhat lewat Tiktok karena seharian berjualan tapi tak ada pembeli sama sekali.

"Jualan dari sore tapi belum ada yang beli. Akhirnya aku coba promosiin di jalanan. Tapi tetep aja nggak ada yang beli. Akhirnya aku sumbangin aja buat pemulung," tulis Riki dalam video tiktoknya.

Curhat Jualan Pizza Tak Laku, Setelah Viral Jadi Laris ManisCurhat Jualan Pizza Tak Laku, Setelah Viral Jadi Laris Manis Foto: detikFood/Devi S. Lestari

Curhatan Riki kemudian viral dan menuai banyak perhatian. Video yang sudah dilihat lebih dari 400 ribu kali ini banjir komentar dari netizen. Banyak yang menanyakan lokasi jualan hingga menu yang ditawarkan.

"Semangat bang.. ku juga baru hari ini buka jualan ayam geprek online, baru laku 2 potong.. Saling mendoakan kita ya bang," kata netizen.

"Emang Dimana ka? pengen banget aku makan pizza udah lama sih ga makan karna ga ada uang," tanya netizen lain.

Sejak curhatannya viral, dagangan Riki lambat laun jadi ramai. Kepada detikFood (20/6) pria dengan nama lengkap Riki Kurniawan ini bercerita kalau ia dan temannya berjualan pizza sejak Januari 2021.

Suka duka pernah ia alami, termasuk berjualan tapi tak ada pembeli sama sekali. "Iya pernah, nggak ada yang beli. Akhirnya disumbangi aja, dibagi ke pemulung," ujar Riki.

Dalam sehari, pizza dagangannya laris dalam jumlah bervariasi. Sebelum viral, ia paling banyak menghabiskan pizza 20 buah, tapi kini setelah viral ia bisa menjual rata-rata 60 buah pizza dalam sehari.

Sebelum berjualan pizza, Riki tak punya pekerjaan tetap. Apalagi saat pandemi corona, ia merasakan sulitnya mencari pekerjaan. Hingga akhirnya ia dn teman-temannya mencoba peruntungan dengan berjualan pizza.

Untuk bahan baku dan proses pembuatan pizza, Riki mengaku mempelajarinya secara otodidak. Ia juga banyak mencari referensi lewat internet, termasuk lewat youtube.

Tak hanya untuk dikonsumsi sendiri, pembeli pizza juga ada yang memborong dagangannya untuk disumbangkan kembali. "Misalnya orang beli, transfer uangnya tapi dia nggak ambil pizza. Kita bagikan ke orang kurang beruntung," ujar Riki.

Curhat Jualan Pizza Tak Laku, Setelah Viral Jadi Laris ManisCurhat Jualan Pizza Tak Laku, Setelah Viral Jadi Laris Manis Foto: detikFood/Devi S. Lestari

Pizza yang dijual Riki ini terbilang murah meriah, harganya juga dibanderol mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Aneka topping bisa dipilih sesuai selera mulai dari jagung manis, sosis, keju, smoked beef hingga pizza manis rasa cokelat.

Kami mencoba membeli pizza racikan Riki. Ukurannya terbilang sedang, jadi bisa dimakan hingga 2 orang. Dough pizzanya terbuat dari roti yang teksturnya lembut sementara toppingnya beragam dengan olesan saus bolognese.

Untuk rasanya, pizza buatan Riki ini cukup enak. Cocok dijadikan makanan selingan dan paling pas disantap saat masih hangat. Apalagi harganya ramah di kantong.



Simak Video "Indomie Dijadikan Topping Pizza, Bagaimana Jadinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com