Sate Kaki Lima

Sate Diperkenalkan Pedagang Muslim India dan Arab pada Abad 19

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 14 Jun 2021 19:00 WIB
Sate Diperkenalkan Pedagang Muslim India dan Arab pada Abad 19 Foto: Getty Images/iStockphoto/Kadek Bonit Permadi
FOKUS BERITA Sate Kaki Lima
Jakarta -

Sate termasuk makanan khas Indonesia yang mendunia. Tahukah kamu kalau sate punya sejarah panjang yang berawal dari abad 19? Seperti ini kisahnya.

Selain rendang dan nasi goreng, sate menjadi makanan khas Indonesia yang mendunia. Kelezatan sate bahkan pernah mendapat pengakuan internasional karena masuk dalam daftar CNN Travel tahun 2017 sebagai makanan terenak di dunia.

Sate masuk dalam urutan ke 14, menyusul rendang di posisi 1 dan nasi goreng di posisi 2 dalam daftar yang sama. Mengenai jenisnya, sate yang umum dikenal dari Indonesia adalah sate ayam dengan balutan sambal kacang.

Baca Juga: Ini 3 Makanan Indonesia yang Masuk Daftar Makanan Terenak di Dunia!

Padahal sate di Indonesia ada banyak jenisnya. Selain daging ayam, sate juga dibuat dari daging kambing, sapi, kerbau, jeroan hewan, hingga versi vegetarian seperti tahu dan jamur.

Sate Diperkenalkan Pedagang Muslim India dan Arab pada Abad 19Sate Diperkenalkan Pedagang Muslim India dan Arab pada Abad 19 Foto: Getty Images/iStockphoto/Kadek Bonit Permadi

Kepopuleran sate di tanah air bukanlah perjalanan singkat. Sate punya sejarah panjang yang menarik disimak. Dilansir dari situs Grapes & Grains yang fokus membahas sejarah makanan, sate aslinya berasal dari Pulau Jawa.

Dalam perkembangannya, sate kemudian banyak dikenal negara lain seperti di Malaysia dan Thailand. Hal ini karena faktor kedekatan jarak di antara negara-negara Asia Tenggara ini.

Meski sate diklaim sebagai makanan asli Indonesia, tepatnya Jawa, kehadiran sate tak lepas dari pengaruh sejarah di masa lampau. Sate konon terinspirasi dari kebab India yang juga mendapat pengaruh dari Kerajaan Mughal dan makanan khas Persia.

Kemudian pada awal abad 19, ada gelombang kedatangan pedagang serta imigran muslim India dan Arab ke Indonesia. Mereka menukar dagangan kain dengan rempah-rempah yang banyak terdapat di nusantara.

Pada masa inilah konon sate mulai ditemukan di Pulau Jawa. Sate dijajakan oleh pedagang kaki lima hingga banyak dikenal oleh penduduk lokal.

Cerita lain menyebut, sate dikenal jauh sebelum itu. Pada abad 15, salah satu murid Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim yang bernama Satah terbiasa mengolah daging kambing.

Sate Diperkenalkan Pedagang Muslim India dan Arab pada Abad 19Sate Diperkenalkan Pedagang Muslim India dan Arab pada Abad 19 Foto: Getty Images/iStockphoto/Kadek Bonit Permadi

Ia lantas membuat hidangan dari daging kambing yang dipotong kecil-kecil. Satah bahkan membumbui daging terlebih dahulu dan menusuknya menggunakan bilah bambu sebelum dibakar. Tak disangka makanan ini banyak disukai hingga akhirnya makanan ini dikenal dengan sebutan daging satah.

Baca Juga: Sejarah Panjang Sate di Indonesia Diawali Sejak Abad 15

Menilik sejarah sate juga tak bisa meninggalkan bukti bahwa makanan ini dijajakan oleh penjual kaki lima sejak dulu dan jadi favorit semua elemen masyarakat, termasuk Presiden Soekarno.

Saat ditetapkan sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, 'perintah' pertama Bung Karno adalah memesan sate.

Dikisahkan ia berjalan kaki menuju rumahnya usai dilantik. Namun tiba-tiba ia berhenti karena melihat penjual sate ayam di jalan. Bung Karno pun langsung memesan 50 tusuk sate.

Ia kabarnya menyantap sate tersebut langsung di tempat. Dikisahkan Soekarno rela duduk jongkok dekat selokan yang kotor.

Baca Juga: Perintah Pertama Soekarno Saat Jadi Presiden: Pesan 50 Tusuk Sate Ayam

Sate Diperkenalkan Pedagang Muslim India dan Arab pada Abad 19Sate Diperkenalkan Pedagang Muslim India dan Arab pada Abad 19 Foto: Getty Images/iStockphoto/Kadek Bonit Permadi

Sampai saat ini sate pun masih banyak dijajakan di kaki lima. Pesona sate yang dibuat di gerobak dengan kepulan asap menyeruak selalu sukses menggugah selera penikmatnya.

Sate yang dijual bukan hanya sate ayam saja, melainkan juga sate kambing, sate Padang, hingga sate maranggi. Di tiap kota, racikan sate kaki lima seolah punya keunikan dan keistimewaannya masing-masing.

Dalam ulasan kali ini, detikfood akan membahas soal sate kaki lima, terutama rekomendasi sate-sate yang layak dicicipi. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga sate-sate enak di Bandung hingga Yogyakarta. Simak terus ulasan sate di detikfood ya!

(adr/odi)
FOKUS BERITA Sate Kaki Lima

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com