5 Makanan Paling Berbahaya dan Menantang di Vietnam

Sonia Basoni - detikFood Senin, 24 Mei 2021 19:30 WIB
5 Makanan Paling Berbahaya dan Menantang di Vietnam Foto: YouTube/Site News
Jakarta -

Vietnam kaya akan makanan eksotik yang menantang dan berbahaya. Karena itu jadi destinasi kuliner ekstrem favorit bagi para turis yang penasaran.

Seperti negara di Asia Tenggara lainnya, Vietnam dikenal dengan makanan eksotik yang dianggap ekstrem bagi banyak orang. Tak hanya menyantap serangga hingga kalajengking goreng.

Orang-orang di Vietnam juga terbiasanya menyantap kadal sampai cicak bakar. Tapi itu semua tidak ada apa-apanya dengan makanan-makanan yang dianggap berbahaya ini.

Karena selain ekstrem, makanan-makanan ini juga mengandung racun hingga kandungan berbahaya yang bisa berakibat fatal jika salah dikonsumsi.

Mulai dari puding tradisional yang dibuat dari darah segar hewan, sampai salad dari ikan hidup yang masih mentah.

Dilansir dari berbagai sumber berikut lima makanan paling berbahaya dan menantang di Vietnam (24/05).

Baca Juga: 5 Mukbang Ekstrem YouTuber Indonesia, Makan Kelelawar hingga Tikus!

1. Tiet Canh

5 Makanan Paling Berbahaya dan Menantang di Vietnam5 Makanan Paling Berbahaya dan Menantang di Vietnam Foto: YouTube/Site News

Penggunaan darah hewan pada masakan sudah diterapkan lebih dulu oleh negara-negara di Eropa. Seperti di Inggris contohnya, yang menggunakan darah babi untuk membuat sosis. Tapi masih melalui proses masak.

Kalau di Vietnam ada hidangan serupa namanya Tiet Canh. Dikenal juga sebagai puding darah hewan segar. Campuran sayuran dan beberapa bumbu, diaduk menjadi satu kemudian direndam dengan darah kental dari bebek atau babi.

Hidangan ini disebut berbahaya karena darah hewan tidak dimasak sama sekali. Dibiarkan mengental, sampai teksturnya menyerupai jelly. Tentunya ada banyak virus dan bakteri yang sanga beresiko tinggi untuk kesehatan, jika dikonsumsi oleh manusia.

2. Akar Bambu

5 Makanan Paling Berbahaya dan Menantang di Vietnam5 Makanan Paling Berbahaya dan Menantang di Vietnam Foto: YouTube/Site News

Jika di Indonesia, akar bambu umum digunakan untuk lahan pertanian. Kalau di Vietnam, akar bambu justru jadi santapan sehari-hari yang dimakan semua orang. Mirip seperti orang Indonesia makan lalapan.

Akar bambu ini cukup berbahaya mengandung 230 mg sianida dalam setiap 1 kilogramnya. Agar racunnya tidak berbahaya, perlu trik khusus untuk memasaknya seperti direbus selama beberapa kali, agar kandungan sianidanya menghilang.

Jika salah sedikit mengolahnya tentu saja racun sianida dalam akar bambu, bisa membunuh dua anak kecil sekaligus dalam waktu singkat.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Berani Jajal Kue Cacing Ini?"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com