4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna

Riska Fitria - detikFood Jumat, 14 Mei 2021 10:00 WIB
4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna Foto: dwiandi.wordpress.com

3. Jenis-jenis Jenang

4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna Foto: dwiandi.wordpress.com

Salah satu jenis jenang yang populer ada jenang sumsum. Melansir dari situs Good News From Indonesia (19/02/16) jenis jenang ini terbuat dari beras putih yang dicampur dengan beras ketan putih di atasnya.

Warnanya yang putih diyakini sebagai simbol kebersihan hati dan kesejahteraan. Biasanya jenang ii disuguhkan dalam acara pernikahan karena dipercaya akan mendatangkan kesehatan, berkah dan kekuatan bagi pasangan.

Kemudian ada jenang procotan yang biasanya disajikan di acara selamatan ibu hamil atau tujuh bulanan. Jenang ini diyakini sebagai simbol keselamatan dan kelancaran ibu hamil.

Ada jenang abang yang sama seperti jenang sumsum tetapi diberi gula merah. Toppingnya berupa kelapa yang diparut. Jenis jenang ini umumnya disuguhkan saat penyambutan bulan baru kalender Jawa karena menyimbolkan rasa syukur.

Selain itu, masih banyak lagi jenis jenang yang dengan berbagai varian dan memiliki makna berbeda-beda. Mulai dari jenang pati, lahan, ngangrang, taming, lemu, koloh, katul, warni empat, grendul dan masih banyak lagi.

4. Tercatat Dalam Kitab Kuno

Bubur jenang4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna Foto: Instagram

Sejarah dan asal-usul tentang jenang juga tercatat dalam kitab kuno. Melansir dari Tempo.co Sejarawan dari Universitas Sanata Dharma Heri Priyatmoko menemukannya dalam Serat Lubdaka karya Empu Tanakung.

Salah satu kitab kuno yang membahas lengkap tentang kenang adalah Serat Tatacara yang ditulis oleh Ki Padmasusastra sekitar tahun 1893. Heri mengatakan bahwa kitab tersebut berisi dokumentasi jenis, bahan dna penggunaan jenang dalam tradisi masyarakat.

Beberapa Sejarawan lainnya mengatakan bahwa jenang tidak pernah disajikan dalam acara kematian. Karenanya jenang disebut sebagai simbol sebuah kehidupan.

Baca Juga : Jenang Mubarok, Dodol Khas Kudus Dikenal Sejak 110 Tahun Lalu

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com