4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna

Riska Fitria - detikFood Jumat, 14 Mei 2021 10:00 WIB
4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna Foto: dwiandi.wordpress.com
Jakarta -

Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan tradisional. Bukan hanya sekadar makanan saja, tetapi juga memiliki makna dan filosofi yang mendalam.

Masyarakat Jawa pasti sudah tak asing lagi dengan jenang. Kuliner tradisional tersebut sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Budha. Menariknya, kuliner jenang masih eksis hingga sekarang.

Itu karena jenang dipercaya oleh masyarakat Jawa memiliki makna dan filosofi yang mendalam. Hal tersebut pernah dijelaskan oleh Chef Wira Hardiansyah dalam unggahan di Instagramnya yang telah dikonfirmasi detikFood (12/05).

Maka tak heran, jenang sering disajikan dalam acara-acara hajatan atau keagamaan. Jenang sendiri memiliki banyak jenis sekitar 17. Masing-masing jenang tersebut memiliki varian dan makna tersendiri.

Berikut 4 fakta menarik tentang jenang yang sarat akan makna:

1. Sejarah Jenang

4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna Foto: yogyakarta.panduanwisata.id

Jenang merupakan makanan tradisional khas Jawa. Chef Wira Hardiansyah, jenang sudah ada sebelum agama Hindu masuk ke Jawa pada abad ke-4 Masehi.

Makanan yang satu ini terbuat dari tepung beras dan tepung ketan. Bahan-bahan tersebut kemudian dimasak dengan campuran santan, gula merah atau gula pasir.

Kehadiran jenang diyakini muncul dari kreativitas masyarakat setempat. Uniknya lagi, jenang selalu disajikan dalam acara-acara penting.

Mulai dari hajatan pernikahan, selamatan ibu hamil, bayi baru lahir atau acara keagamaan lainnya. Acara-acara tersebut memang tidak pernah terlepas dari kehadiran jenang.

Baca Juga : Pulang Kampung ke Jawa Tengah Bisa Jajan Jenang hingga Brem Enak

2. Filosofi Jenang

4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna4 Fakta Jenang khas Jawa yang Menarik dan Sarat Makna Foto: dwiandi.wordpress.com

Jenang bukan hanya sekadar makanan yang habis dikonsumsi, melainkan memiliki simbol-simbol yang penuh akan makna. Hal tersebut dipercaya oleh masyarakat Jawa sejak zaman Walisongo.

"Simbol-simbol penuh makna yang berperan sebagai pengingat nilai-nilai religiusitas bagi masyarakat Jawa atau tuntunan kehidupan untuk selalu ingat kepadanya," tulis Wira dalam captionya (05/04).

Jenang disimbolkan sebagai rasa syukur kepada tuhan. Selain itu, jenang juga melambangkan doa, persatuan, harapan dan semangat masyarakat Jawa.

Sementara itu, jenang memiliki makna yang berbeda-beda tergantung dengan jenisnya. Sebab di Jawa terdapat beraneka ragam jenang. Mengutip dari ANTARA (23/02/14) jenang memiliki sekitar 17 jenis.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com