Waspada! Makan di Restoran Tetap Berisiko Tertular Virus Corona Meski Sudah Vaksin

Diah Afrilian - detikFood Selasa, 04 Mei 2021 06:00 WIB
Waspada! Makan di Restoran Tetap Berisiko Tertular Virus Corona Meski Sudah Vaksin Foto: iStock

Saat makan di restoran, tentunya akan ada banyak pelanggang yang bersamaan melepas masker, makan dan berbicara bahkan hingga tertawa. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi waktu penyebaran virus melalui partikel udara yang sangat mengerikan.

Para epidemiolog juga mengingat bahwa hanya sebagian orang yang telah menerima vaksin secara lengkap. Sebagian besar lainnya masih banyak yang hanya menerima vaksin pada dosis satu atau bahkan belum divaksin sama sekali.

Waspada! Makan di Restoran Tetap Berisiko Tertular Virus Corona Meski Sudah VaksinWaspada! Makan di Restoran Tetap Berisiko Tertular Virus Corona Meski Sudah Vaksin Foto: iStock

Hal ini akan sangat berbahaya bagi orang yang baru menerima vaksin dosis pertama dan yang belum menerima vaksin sama sekali. Para epidemiolog juga mempertimbangkan banyaknya jendela yang terbuka saat restoran tersebut menerima pelanggan. Hal tersebut dikatakan menjadi kombinasi yang harus diperhatikan untuk mencegah penyebaran dan penularan vaksin saat makan di restoran.

"Ini bukan hanya pemeriksaan pada saat makan di restoran, banyak hal yang juga harus diperhatikan di sini. Semua hal membuat risiko semakin tinggi," kata Saskia Popescu selaku epidemiolog penyakit infeksius.

Risiko penyebaran dan penularan yang tinggi ini kemudian menjadi keputusan yang harus dipertimbangkan untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Menurut penelitian yang dipublikasi pada Centers for Disease Control and Prevention, negara-negara yang membuka restoran untuk makan di tempat mengalami peningkatan infeksi virus dan tingkat kematian.

Penelitian ini bahkan telah dilakukan melalui pemantauan sejak bulan Juli tahun 2020. Penelitian ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang menawarkan makan langsung di restoran yang dikaitkan dengan kasus positif coronavirus di daerah sekitar.

Popescu menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak nyaman jika harus makan langsung di restoran. Ia juga mengatakan bahwa toleransi risiko merupakan hal yang personal dan keputusan individual. Orang-orang mungkin saja berhenti untuk makan di restoran bergantung pada keputusan yang dipilihnya.

"Aku mencoba untuk berhati-hati dengan keputusan itu dan mengingatkan bahwa vaksin adalah alat terbaik yang dimiliki. Vaksin benar-benar berkhasiat walaupun tak sepenuhnya memberi kekebalan," kata Popescu.

Narasi pandemi dan makan di restoran ini saling berkaitan satu sama lain. Pandemi memberikan efek yang tak hanya merugikan salah satu pihak, tetapi sangat banyak pihak yang dirugikan.

Waspada! Makan di Restoran Tetap Berisiko Tertular Virus Corona Meski Sudah VaksinWaspada! Makan di Restoran Tetap Berisiko Tertular Virus Corona Meski Sudah Vaksin Foto: iStock

Restoran yang berhasil bertahan hingga hari ini bahkan masih harus membatasi pengunjung yang makan di restoran untuk menjaga keamanan secara ketat. Pembatasan ini yang kemudian berdampak pada pelanggan yang harus lebih bersabar lagi.

Pengetatan aturan ini mungkin akan berlangsung sangat lama hingga pandemi benar-benar mereda. Pembatasan makan di restoran ini menjadi cara yang paling bijak menurut para epidemiolog untuk mempertahankan kelangsungan restoran tersebut, kehidupan para koki dan pekerja restoran lainnya.

"Ada saat-saat yang aku sangat yakin, aku akan mengandalkan para pelangganku untuk melewati ini semua. Aku merasa seperti sangat banyak beban yang tiba-tiba dirasakan pada orang banyak dan bukan pada pemerintah," kata Cohen selaku pemilik restoran.

Baca juga: Makan Setelah Jam 8 Malam di Restoran Lebih Tinggi Risiko Keracunan

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Masak Masak: Resep Ramen Topping Mapo Tofu"
[Gambas:Video 20detik]

(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com