Es Cendol Sudah Ada Sejak Zaman Majapahit dan Tertulis di Serat Centhini

Tim Detikfood - detikFood Minggu, 02 Mei 2021 09:30 WIB
Es Dawet Telasih Bu Dermi Foto: Jauza Insihani
Jakarta -

Es cendol jadi minuman favorit buka puasa. Ternyata es cendok sudah ada sejak zaman Majapahit dan tertulis di buku Serat Centhini.

Selain rasanya yang nikmat, kesegaran es cendol bisa memuaskan dahaga setelah seharian berpuasa. Es cendol juga mudah ditemukan dan harganya terjangkau.

Tapi tahukah kamu dari mana asal mula es cendol? dan apa bedanya dengan es dawet? Dari mana pula asalnya es cendol 'Elizabeth' yang melegenda di Kota Parahyangan, Bandung?

Es cendol sendiri awalnya terbuat tepung hunkwe, namun kini es cendol banyak menggunakan tepung beras karena lebih praktis dan mudah ditemukan.

Cendol yang sudah dibentuk kemudian disajikan dengan air gula merah, santan, dan es batu agar dingin. Seiring perkembangan zaman, kini es cendol memiliki banyak varian, seperti es cendol dengan isian nangka, kelapa, durian atau alpukat.

Es Dawet, or also popularly known as Es Cendol, a Javanese icy dessert of rice noodle jelly in coconut milk soup sweetened with coconut brown sugar that has been infused with jackfruit. In this version, the rice noodle is made into three colors instead of just the usual green one. Then cooling green grass jelly is also added to the mixture. The dish is served in old-fashioned ceramic bowls.Es Cendol. Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008

Lalu dari mana awal mula minuman manis yang menyegarkan ini?

Cendol mungkin sudah umum di beberapa negara Asia sejak lama. Hal ini dikarenakan bahan baku pembuatan cendol, seperti tepung beras, tepung sagu, atau tepung kacang hijau mudah di temukan di Asia Tenggara. Negara seperti Singapura, Malaysia, dan Kamboja juga menawarkan menu es cendol khas, meski sebenarnya sajian ini mirip.

Pada 2018 lalu, CNN Travel merilis daftar 50 desserts alias makanan penutup andalan dari berbagai penjuru dunia, salah satunya es cendol. Namun ini disebut berasal dari Singapura.

Ketika dihubungi CNNIndonesia.com kala itu, pakar kuliner, William Wongso, mengaku tak heran dengan keberadaan cendol di Singapura. Cendol, kata William, ditemukan di berbagai negara Asia Tenggara. Selain di Singapura dan Indonesia, cendol juga ditemukan di sejumlah negara Asean lainnya seperti Malaysia, Kamboja, Timor Timur, Vietnam, Thailand, dan Myanmar dengan nama yang saling berbeda satu sama lain.

Yang membedakan di antara kesemuanya ialah ragam sajian dan bahan cendol yang ditonjolkan. "Bahan cendol, kan, sagu, tepung sari kacang hijau atau tepung hunkwe dan tepung beras. Masing-masing bikin dengan komposisi beda," ujar William saat itu.

Es cendol ternyata sudah dikenal sejak zama Majapahit dan ditulis dalam Serat Centhini. Baca selengkapnya DI SINI !



Simak Video "Masak Masak: Tips Bikin Es Cendol untuk Buka Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com