Jugyeom, Garam Bambu yang Terkenal Mahal dari Korea Selatan

Yenny Mustika Sari - detikFood Senin, 26 Apr 2021 16:00 WIB
garam bambu berasal dari Korea Selatan dan jadi garam dengan harga termahal di dunia. Foto: Twitter Business Insider
Jakarta -

Salah satu bumbu yang paling dasar adalah garam. Selain jenis yang umum, ada juga garam yang terkenal mahal di dunia, yaitu jugyeom atau garam bambu.

Garam merupakan bumbu dasar pada masakan yang bisa menciptakan rasa lezat pada masakan. Jenis yang paling umum adalah garam dapur dan garam meja. Ada juga garam himalaya yang memiliki beragam manfaat sehat.

Selain jenis garam yang umum diketahui, ada juga garam yang ternyata memiliki harga termahal di dunia. Garam bambu atau jugyeom yang berasal dari Korea Selatan.

Dilansir dari video Twitter Business Insider (24/4), garam bambu diketahui memiliki harga yang mahal mencapai 200 ribu - 250 ribu KRW (Rp 2,6 - 3,2 juta) per kilogram. Apa keistimewaan dari garam bambu?

Baca Juga: Bahaya dan Efek Samping Garam Himalaya, Begini Kata Peneliti

Garam bambu ini pertama kali diperkenalkan oleh Kim Il-Hoon pada tahun 1909. Dalam bukunya 'The Universe and the God's Medicine' yang dirilis pada tahun 1986, Kim Il-Hoon merekomendasikan garam bambu untuk digunakan pada masalah kesehatan, seperti dilansir dari Freedom of Health (21/9).

garam bambu berasal dari Korea Selatan dan jadi garam dengan harga termahal di dunia.garam bambu berasal dari Korea Selatan dan jadi garam dengan harga termahal di dunia. Foto: Twitter Business Insider

Garam bambu atau jugyeom dalam bahasa Korea, terbuat dari garam biasa. Namun, proses pembuatan garam inilah yang membuat harganya fantastis.

Seperti namanya, garam ini dimasukkan ke dalam potongan bambu yang berusia 3 tahun. Kemudian dibakar dengan suhu 800 derajat celcius selama 12 hingga 14 jam.

Proses pembakarannya juga masih tradisional dengan menggunakan kayu bakar. Tak hanya sekali saja membakarnya, tetapi melalui proses yang sama sebanyak 8 sampai 9 kali pembakaran.

garam bambu berasal dari Korea Selatan dan jadi garam dengan harga termahal di dunia.garam bambu berasal dari Korea Selatan dan jadi garam dengan harga termahal di dunia. Foto: Twitter Business Insider

Pembakaran garam bambu yang terakhir menggunakan suhu tinggi hingga 1.000 derajat celcius. Garam yang tadinya berwarna putih berubah ungu kehitaman. Proses pembakaran ini akan menghasilkan garam yang tercampur dengan mineral pada bambu.

Bongkahan garam bambu itu dihancurkan dengan sangat hati-hati agar tidak terbuang sia-sia. Total pengerjaan garam bambu ini menghabiskan waktu hingga satu bulan lamanya. Setelah garam dihancurkan, kemudian dikemas dan barulah dijual.

garam bambu berasal dari Korea Selatan dan jadi garam dengan harga termahal di dunia.garam bambu berasal dari Korea Selatan dan jadi garam dengan harga termahal di dunia. Foto: Twitter Business Insider

"Kalau dilihat dari bambu yang dibakar sebanyak 9 kali, harganya dibanderol mulai dari 200 ribu - 250 ribu KRW (Rp 2,6 - Rp 3,2 juta) per kilogram," ujar Shin Min-kyun, seorang pengrajin garam bambu.

Garam bambu memiliki harga yang mahal dikarenakan proses pengerjaannya yang memakan waktu lama dan biaya yang cukup tinggi. Garam ini juga selalu ludes terjual karena orang Korea mengerti nilai tinggi dari garam bambu tersebut.

garam bambu berasal dari Korea Selatan dan jadi garam dengan harga termahal di dunia.garam bambu berasal dari Korea Selatan dan jadi garam dengan harga termahal di dunia. Foto: Twitter Business Insider

Rasa garam bambu ini juga tak hanya asin saja, tapi ada sensasi uniknya. Shin Min-kyun menjelaskan kalau ada rasa gurih creamy kuning telur pada garam tersebut.

Dulunya garam bambu hanya digunakan utnuk pengobatan tradisional. Karena memiliki kandungan nutrisi penting, seperti zat besi, kalsium, dan potasium. Namun, kini garam bambu banyak yang digunakan untuk bumbu masak, pasta gigi, sabun mandi, dan lainnya.

Baca Juga: Manfaat Garam Himalaya untuk Diet, Ini Cara Mengonsumsinya



Simak Video "Mendag Jelaskan Urgensi Impor 3 Juta Ton Garam"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com