Pakai Milkshake untuk Video Edukasi Seks, Pemerintah Australia Dikritik Netizen

Sonia Basoni - detikFood Jumat, 23 Apr 2021 19:00 WIB
Pakai Milkshake untuk Video Edukasi Seks, Pemerintah Australia Dikritik Netizen Foto: Twitter
Jakarta -

Pemerintah Australia luncurkan video edukasi seks memakai milkshake. Mereka justru banjiri kritik dari netizen yang bingung setelah menontonnya.

Video edukasi tak hanya tentang kesehatan atau lingkungan saja. Tapi juga tentang edukasi seks, yang mungkin banyak orang atau remaja belum tahu.

Baca Juga: Seunghoon 'WINNER' Pamer Bikin Milkshake Stroberi, Jangan Ditiru!

Hal ini lah yang mendorong pemerintah Australia untuk meluncurkan video edukasi seks terbaru mereka.

Dilansir dari Latestly (23/04), mereka menggunakan milkshake sebagai ilustrasi tentang 'konsen'. Konsen atau izin dari seseorang sebelum melakukan suatu tindakan.

Pakai Milkshake untuk Video Edukasi Seks, Pemerintah Australia Dikritik NetizenPakai Milkshake untuk Video Edukasi Seks, Pemerintah Australia Dikritik Netizen Foto: Twitter

Video dibuka dengan dua remaja yang tengah berkencan di restoran. Mereka memesan minuman milkshake dengan whipped cream di atasnya. Awalnya sang wanita menawarkan, apakah kekasihnya mau mencoba milkshake miliknya.

Sang kekasih mencoba milkshake itu dan berkata bahwa minuman miliknya lebih enak. Karena kesal, wanita itu kemudian mengoleskan whipped cream ke wajah sang kekasih. Meski sang kekasih sudah memintanya untuk berhenti melakukan hal tersebut.

Kemudian video dilanjutkan dengan ilustrasi gambar, bahwa orang-orang tidak boleh melakukan apapun, jika tidak mendapatkan izin dari orang yang akan mereka sentuh.

Selain milkshake, pemerintah Australia juga menggunakan pizza untuk mengganti kata-kata vulgar.

Pakai Milkshake untuk Video Edukasi Seks, Pemerintah Australia Dikritik NetizenPakai Milkshake untuk Video Edukasi Seks, Pemerintah Australia Dikritik Netizen Foto: Twitter

Meski terlihat biasa saja, tapi video edukasi ini rupanya membuat banyak netizen bingung. Menurut netizen isi pesannya tidak jelas, bahkan sedikit menyinggung kaum wanita yang dianggap sebagai objek dan makanan.

"Bagaimana jika kita mulai mengajarkan anak laki-laki tentang konsen dan izin seseorang. Tanpa menggunakan objek sebagai ilustrasinya? Kita bisa mengajarkan mereka untuk melihat wanita sebagai seorang manusia. Bukan milkshake, secangkir teh, atau mobil yang terkunci," kritik netizen.

"Tentu saja pemerintah membuat sosok wanita terlihat jahat dan agresif," kritik netizen lainnya.

Pakai Milkshake untuk Video Edukasi Seks, Pemerintah Australia Dikritik NetizenPakai Milkshake untuk Video Edukasi Seks, Pemerintah Australia Dikritik Netizen Foto: Twitter

"Yang benar saja? Mereka membuat video dengan pria sebagai korbannya, padahal mereka tengah membahas tentang konsen..." tulis netizen, yang menegaskan bahwa korban kekerasan dan pelecehan seksual lebih banyak dialami kaum wanita.

Kritikan ini membuat pemerintah Australia langsung menarik kembali video edukasi tersebut. Tapi sampai sekarang video edukasi ini masih menjadi topik perbincangan hangat di kalangan netizen Australia.

Sebelumnya hadir juga iklan smoothies yang dianggap terlalu sensual. Sampai iklan berdurasi 30 detik ini hanya boleh ditayangkan di malam hari.

Baca Juga: Terlalu Sensual, Iklan Smoothies Ini Hanya Boleh Tayang di Malam Hari



Simak Video "Bikin Laper: Risotto Seafood hingga Stracciatella Pizza"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com