Ikan Asin Sudah Ada Sejak Mataram Kuno, Ini Sejarahnya

Riska Fitria - detikFood Jumat, 02 Apr 2021 18:00 WIB
Ikan Asin Sudah Ada Sejak Mataram Kuno, Ini Sejarahnya Foto: iStock
Jakarta -

Meski dikenal sebagai makanan kampung, tetapi ikan asin selalu menjadi favorit semua orang. Namun, tahukah kamu bagaimana sejarah ikan asin di Indonesia?

Sesuai dengan namanya ikan asin adalah bahan makanan yang terbuat dari ikan yang telah diawetkan dengan memakai banyak garam. Tujuannya agar tahan disimpan lama. Ada banyak jenis ikan yang bisa diolah menjadi ikan asin.

Mulai dari ikan jambal roti, ikan peda, ikan teri, ikan kakap, ikan gabus dan masih banyak lagi. Ikan asin juga cocok dipadukan dengan masakan apapun, seperti sayur asem, sayur bayam hingga tumisan. Bahkan hanya dengan sambal saja sudah enak.

Baca Juga : 3 Resep Ikan Asin yang Bikin Lahap dan Nambah Nasi

Ikan Asin Sudah Ada Sejak Mataram Kuno, Ini SejarahnyaIkan Asin Sudah Ada Sejak Mataram Kuno, Ini Sejarahnya Foto: iStock

Ikan asin sudah lama menjadi makanan favorit orang Indonesia. Dilansir dari Good News From Indonesia (14/07/19) ikan asin sudah ada sejak abad ke-8 Masehi dan memiliki hubungan dengan perekonomian dan sosial masyarakat Mataram Kuno.

Dulu ikan asin menjadi salah satu komoditas yang sering diperdagangkan oleh masyarakat Mataram Kuno. Hal tersebut tertulis dalam buku berjudul 'Pasar di Jawa: Masa Mataram Kuno Abad VII-XI Masehi'.

Lebih lanjut, buku yang merupakan milik seorang Arkeolog Titi Surti Nastiti juga menuliskan bahwa ikan asin tercatat di dua prasasti, yaitu Prasasti Pangumulan A (tahun 824 saka atau 902 Masehi) dan Prasasti Rukam (tahun 829 saka atau 907 Masehi).

Ikan Asin Sudah Ada Sejak Mataram Kuno, Ini SejarahnyaIkan Asin Sudah Ada Sejak Mataram Kuno, Ini Sejarahnya Foto: iStock

Di kedua prasasti tersebut menjelaskan jenis-jenis ikan yang dijadikan ikan asin. "Jenis ikan yang diasinkan atau dendeng ikan, terutama jenis-jenis ikan laut seperti ikan kembung, ikan kakap, ikan tenggiri," tulisan pada Prasasti Pangumulan A.

Selain itu, juga tertulis bahwa ikan asin memiliki dua sebutan, yaitu grih atau kini dikenal dengan gereh dalam bahasa Jawa. Ada juga dendain untuk yang dikeringkan atau disebut juga dendeng.

Kini ikan asin lebih dikenal sebagai makanan kelas bawah, tetapi dulu ikan asin merupakan makanan yang disajikan untuk upacara penetapan sima (tanah suci). Karenanya ikan asin tak hanya sekadar makanan tetapi memiliki arti penting.

Padahal banyak ikan asin berharga mahal seperti ikan asin gabus. Tak hanya digoreng saja tetapi juga dipadukan dengan makanan lain. Seperti dibuat nasi goreng ikan asin yang kemudian populer sebagai menu restoran.

Baca Juga : Ngakak! Disuruh Goreng Ikan Asin, Wanita Ini Kabur Naik Angkot



Simak Video "Masak Masak: Resep Ikan Asin dengan Nasi Daun Jeruk"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com