Cuma di Jepang, Bayar Pajak Diberi Hadiah Buah hingga Wagyu Mahal

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 23 Mar 2021 05:00 WIB
Cuma di Jepang, Bayar Pajak Diberi Hadiah Buah hingga Wagyu Mahal Foto: Getty Images/iStockphoto

Semakin Mahal Semakin Bagus

BRISTOL, ENGLAND - SEPTEMBER 01: A shadow of a balloon is seen as musician Jerome Gamble plays guitar to accompany the recorded music as it is played to the city below on September 01, 2020 in Bristol, England. Created by Bristol-based artist Luke Jerram and composer Dan Jones, Ilustrasi Balon Udara. (Photo by Finnbarr Webster/Getty Images) Foto: Getty Images/Finnbarr Webster

Jenis makanan yang didapatkan tentunya disesuaikan dengan donasi pajak yang dibuat setiap orang. Misalnya jika seseorang mendonasikan pajak penduduk mereka sebesar ¥100,000 (Rp 13,2 juta).

Mereka berkesempatan untuk menginap di salah satu hotel mewah bertema samurai di Kyoto. Kemudian jika warga mendonasikan pajak mereka sekitar ¥170,000 (Rp 22,5 juta), sudah bisa naik balon udara di Tochigi.

Meski terdengar seperti pemborosan dari dana pemerintah. Tapi sebenarnya program 'Furusato Nozei' ini dibuat untuk mengatasi perkembangan demografi Jepang yang cukup pesat.

Membantu Pengrajin Lokal di Setiap Daerah

Cuma di Jepang, Bayar Pajak Diberi Hadiah Buah hingga Wagyu MahalCuma di Jepang, Bayar Pajak Diberi Hadiah Buah hingga Wagyu Mahal Foto: Getty Images/iStockphoto

Pada tahun 2019, ada lebih dari 91,7% warga Jepang yang pindah dari desa ke kota. Hal ini membuat kurangnya warga yang tinggal di wilayah pedalaman Jepang. Di mana pemerintah lokal kesulitan mendapatkan pemasukan dari 'meibutsu'.

Meibutsu ini bisa dibilang sebagai ciri khas produk lokal atau makanan lokal, yang menjadi ciri khas setiap daerah. Misalnya di wilayah Fukuoka, mereka terkenal dengan mentaiko atau hidangan lautnya.

Kemudian di Prefektur Aomori, mereka terkenal dengan buah apel Fuji nya yang berkualitas tinggi. Jika semua orang pindah ke kota, maka tidak akan ada lagi warga yang memproduksi makanan hingga benda yang menjadi sumber pemasukan pemerintah lokal.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com