Salut! Pria Ini Jualan Arum Manis Keliling Yogyakarta Pakai Kursi Roda

Yenny Mustika Sari - detikFood Selasa, 09 Mar 2021 19:30 WIB
Pria penyandang disabilitas berjualan arum manis keliling Yogyakarta memakai kursi roda. Foto: Instagram @kitabisacom
Jakarta -

Walaupun tak memiliki kaki dan harus memakai kursi roda, pria ini tetap gigih berjualan arum manis keliling Yogyakarta. Ia melakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kisah menginspirasi kembali datang dari penjual makanan. Kali ini datang dari seorang pria penyandang disabilitas yang tak patah semangat berjualan makanan di Yogyakarta.

Dilansir dari Instagram @kitabisacom (23/2), kisah pria bernama Barokah ini dibagikan. Barokah adalah salah satu penyandang disabilitas yang tetap semangat menjalani kehidupannya.

Walaupun hanya memiliki satu kaki dan harus memakai kursi roda untuk beraktivitas, ia masih mau berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Di tengah kondisi fisiknya kurang sempurna ini ia masih bertanggung jawab atas keluarganya.

Pria penyandang disabilitas berjualan arum manis keliling Yogyakarta memakai kursi roda.Pria penyandang disabilitas berjualan arum manis keliling Yogyakarta memakai kursi roda. Foto: Instagram @kitabisacom

Baca Juga: Sedih! Karyawan Penyandang Disabilitas Ini Dipecat Karena Makan Buah Pir

Kondisi kaki Barokah sangat memprihatinkan. Kaki kirinya terserang polio, sedangkan kaki kanannya diamputasi.

Sehari-hari Barokah diketahui berjualan arum manis atau permen kapas keliling kota Yogyakarta. Arum manis yang ia tawarkan sudah terbungkus plastik. Harga per bungkusnya dibanderol Rp 10.000.

Lokasi berjualannya di sekitar kawasan Benteng Vredeberg Malioboro. Ia juga sering menghampiri hotel-hotel dan daerah wisata yang ada di Yogyakarta.

Pria penyandang disabilitas berjualan arum manis keliling Yogyakarta memakai kursi roda.Pria penyandang disabilitas berjualan arum manis keliling Yogyakarta memakai kursi roda. Foto: Instagram @kitabisacom

Sebelum pandemi Covid-19, Barokah mengaku kalau pendapatannya dengan berjualan arum manis cukup banyak. Kini pendapatannya menurun karena berkurangnya wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta.

Barokah juga sempat menceritakan kisahnya dulu sebelum berjualan arum manis. Ia pernah menjadi pengamen, namun karena teguran seseorang akhirnya ia berhenti mengamen.

"Pak, kenapa kok ngamen? Kenapa nggak kerja saja? (teguran seseorang). Sejujurnya saya pengen sekali bekerja seperti orang lain, tapi kesempatan tidak pernah datang ke saya dengan fisik saya seperti ini mana ada yang mau," ceritanya.

Pria penyandang disabilitas berjualan arum manis keliling Yogyakarta memakai kursi roda.Pria penyandang disabilitas berjualan arum manis keliling Yogyakarta memakai kursi roda. Foto: Instagram @kitabisacom

Setelah berhenti mengamen, Barokah pernah menjadi penjual sandal jepit. Namun, sandal jepit yang ia jual tak ada yang laku. Hingga akhirnya ia berjualan arum manis.

Kalau arum manisnya tak laku terjual, Barokah juga sering membagikan secara gratis ke anak kecil sekitar rumahnya. Karena menurutnya arum manis itu sebaiknya tidak terbuang sia-sia. Pasalnya arum manis hanya bertahan 1-2 hari saja.

Baca Juga: Semua Jualannya Diborong, Penyandang Disabilitas Ini Menangis Haru



Simak Video "Cara Bantu Teman Disabilitas di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/yms)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com