Soekarno Penggemar Berat Sate, Punya Tempat Sate Favorit di Bandung

Yenny Mustika Sari - detikFood Minggu, 07 Mar 2021 12:00 WIB
1945:  Indonesian statesman Achmed Sukarno (1902 - 1970), first president of the Indonesian Republic formed in 1945.  (Photo by Express/Express/Getty Images) Foto: Keystone/Hulton Archive/Getty Images
Jakarta -

Sate adalah makanan khas Indonesia yang disukai oleh presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Momennya menikmati sate tercatat dalam kisah berikut.

Makanan khas Indonesia sangatlah beragam. Salah satunya sate yang merupakan olahan potongan daging ayam atau kambing yang ditusukkan, kemudian dibakar di atas bara api. Sate biasa disajikan dengan bumbu kacang atau kecap.

Sate rupanya menjadi makanan favorit presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Bahkan, hal ini ia tunjukkan di hari pertama pascapelantikannya menjadi Presiden RI pada 18 Agustus 1945.

Perintah Pertama Soekarno Saat Jadi Presiden: Pesan 50 Tusuk Satai AyamPerintah Pertama Soekarno Saat Jadi Presiden: Pesan 50 Tusuk Satai Ayam Foto: Roso Daras

Saat itu pelantikan Soekarno dan Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI dilaksanakan oleh PPKI. Namun, saat itu acara berlangsung sederhana tanpa adanya pesta atau kirab untuk merayakan 'kemenangan' tersebut, seperti dikutip dari buku 'Penyambung Lidah Rakyat' karangan Cindy Adams.

Usai dilantik, Soekarno kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki. Saat di perjalanan, Soekarno melihat seorang penjual sate ayam di jalan. Ia pun langsung memberikan 'perintah' pertamanya.

"Sate ayam lima puluh tusuk!," sebut Soekarno. Setelah pesanan sate jadi, ia lantas menyantap sate tersebut. Bahkan dalam kisahnya Soekarno rela duduk jongkok dekat sekolakan.

Sate Pak Heri Asli, sate legendaris di Sabang, Jakarta Pusat Sejak 1974Sate ayam Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Baca Juga: Perintah Pertama Soekarno Saat Jadi Presiden: Pesan 50 Tusuk Sate Ayam

Tak hanya pada masa pelantikannya saja momen Soekarno makan sate dikisahkan. Dilansir dari Historia.id (3/3), setiap kali Soekarno ke Bandung, ia selalu singgah di tukang sate ayam favoritnya yang berada di Jalan Asia Afrika, seperti dikutip dari otobiografi Priyatna Abdurrasyid, 'Dari Cilampeni ke New York: Mengikuti Hati Nurani' (disusun oleh Ramadhan K.H.).

Diketahui sate sangat beragam jenisnya di Indonesia, tak hanya satu atau dua jenis sate saja yang ada di Indonesia. Awalnya, sate berasal dari India dibawa oleh saudagar Muslim Tamil dan Gujarat ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Mantul! Sarapan Sate Kelopo Gurih yang Kondang Sejak 75 Tahun Lalusate Lalu Foto: detikFood

Namun, kini hampir di setiap daerah terutama Pulau Jawa memiliki ragam sate dengan karakteristik berbeda. Seperti Sate Madura yang terkenal lezat dengan lumuran bumbu kacang yang manis gurih dan legit.

Ada juga Sate Padang yang menggunakan irisan daging atau lidah sapi tipis dengan bumbu yang rempahnya terasa kuat. Kemudian Sate Maringgi yang terbuat dari daging domba muda dengan sambal kecap, dan masih banyak lagi jenis sate lainnya.

Baca Juga: Enaknya Sate Kelopo Gurih Legendaris Sejak 75 Tahun Lalu di Surabaya



Simak Video "Hari-hari Terakhir Sukarno Jelang Wafat"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com