Alasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari Ferrari

Sonia Basoni - detikFood Minggu, 28 Feb 2021 19:00 WIB
Alasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari Ferrari Foto: Getty Images/iStockphoto/HuyThoai
Jakarta -

Disebut sebagai salah satu ikan paling mahal di dunia, ikan arwana harganya ditaksir mencapai miliaran rupiah. Banyak orang lantas menjadikannya sebagai koleksi, tapi apakah ikan arwana bisa dimakan?

Ikan arwana dikenal juga dengan nama Asian Arowana. Ikan ini merupakan spesies ikan air tawar yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Ciri khasnya terletak pada ukuran badan yang panjang serta warna perak di kulitnya yang bersinar.

Selama beberapa puluh tahun terakhir, jumlah ikan arwana terus menurun. Sulitnya budidaya arwana serta maraknya perburuan ikan, membuat harga satu ekor arwana sangat tinggi. Kisarannya mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Karenanya ikan arwana ini secara perlahan berubah menjadi simbol status, dibandingkan ikan yang diburu untuk dimakan. Bahkan di pasaran harganya bisa mencapai $300,000 (Rp 4,3 miliar) per ekornya. Jenis ikan arwana cukup beragam untuk ikan arwana Asia, ada Arwana Super Red, Arwana Golden Pino, sampai Arwana Red Tail Golden.

Dilansir dari The Hustle (28/02), berikut beberapa fakta menarik mengapa ikan arwana bisa berharga fantastis.

Baca Juga: Bikin Netizen Geger, Pria Ini Masak Ikan Arwana Seharga Rp 15 Juta!


1. Spesies Langka Terancam Punah

Alasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari FerrariAlasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari Ferrari Foto: Getty Images/iStockphoto/HuyThoai

Meski berasal dari Asia Tenggara dan banyak ditemukan di perairan Indonesia, tapi popularitas ikan arwana ini sudah mendunia. Minatnya pembeli ikan arwana tidak sebanding dengan jumlah ikan arwana di alam bebas.

Karenanya mengirim hingga menjual ikan arwana termasuk ke dalam tindakan ilegal di Amerika. Meski ilegal, tapi industri ikan arwana lewat pasar gelap atau black market terus berjalan.

Karena tak semua negara melarang perdagangan atau kepemilikan ikan arwana. Di beberapa negara Asia, masih banyak yang menjual ikan ini dengan kisaran harga yang sangat mahal.


2. Arwana Lebih Mahal dari Ferrari

Alasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari FerrariAlasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari Ferrari Foto: Getty Images/iStockphoto/HuyThoai

Dikutip dari The Hustle, kepemilikan atau perdagangan ikan arwana ini masih populer di negara Asia. Meski harganya fantastis, tapi peminatnya tetap banyak karena ikan ini sering dijadikan simbol kekayaan seseorang.

"Ikan arwana biasanya harganya diatur oleh mafia atau anggota Yakuza di Jepang. Bisnis ikan arwana ini juga menyebar di China dan beberapa kolektor ikan mahal di Eropa," tulis The Hustle.

Bahkan satu ekor ikan arwana kualitas terbaik, harganya bisa lebih mahal dari mobil mewah Ferrari. Ada ikan arwana yang dihargai $300,000 (Rp 4,3 miliar) per ekor.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bisnis ikan Arwana, Ikan Sultan Penghasil Cuan"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com