ADVERTISEMENT

Alasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari Ferrari

Sonia Basoni - detikFood
Minggu, 28 Feb 2021 19:00 WIB
Alasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari Ferrari
Foto: Getty Images/iStockphoto/HuyThoai


3. Berawal dari Makanan

Alasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari FerrariAlasan Ikan Arwana Tidak untuk Dimakan Meski Harganya Lebih Mahal dari Ferrari Foto: Getty Images/iStockphoto/HuyThoai

Selama berabad-abad, ikan arwana dulu tak lebih dari ikan biasa yang diambil untuk dimakan. Apalagi dulu pasar ikan mewah di Asia belum sepopuler sekarang.

Namun semuanya berubah di tahun 1975, ketika spesies ikan arwana di Asia Tenggara mulai menurun bahkan terancam punah. Berkurangnya ikan arwana membuatnya jadi spesies ikan langka.

"Banyak negara yang melarang penjualan komersil ikan arwana. Tapi ternyata ini menjadi bumerang, karena banyak orang yang justru ingin membeli ikan ini dengan anggapan ikan ini adalah benda mewah edisi terbatas," jelas Emily Voigt, penulis yang mempelajari sejarah ikan arwana.


4. Industri Ikan Arwana

Malaysia Red Arowana Fish view in close up in an aquariumMalaysia Red Arowana Fish view in close up in an aquarium Foto: iStock

Meningkatnya penyelundupan ikan arwana dari Malaysia yang dikirim ke Taiwan membuat organisasi pelindung hewan langka, CITIES mengambil langkah yang tegas. CITIES memberikan izin kepada peternak di Asia Tenggara untuk budidaya ikan arwana secara legal.

Tujuannya untuk menekan harga arwana di pasaran, sekaligus melestarikan ikan langka ini. Tapi sayangnya hal ini tidak berjalan mulus. Banyak ikan arwana yang hilang dari habitat asli mereka.

Kini pasar ikan arwana terbesar bukan di Indonesia atau Malaysia, melainkan di China. Bahkan ikan ini memiliki sebutan 'Dragon Fish' atau ikan naga karena warna peraknya yang bercahaya.

"Ikan ini sudah berubah menjadi hewan mitologi. Di mana banyak orang yang percaya bahwa dengan memiliki ikan arwana, mereka akan membawa keberuntungan dan kemakmuran," jelas Voigt.



Simak Video "Bisnis ikan Arwana, Ikan Sultan Penghasil Cuan"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT