Apa Benar Sushi Tergolong Makanan Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Diah Afrilian - detikFood Senin, 22 Feb 2021 11:00 WIB
Apa Benar Sushi Tergolong Makanan Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi Foto: Getty Images/iStockphoto/Ryzhkov

4. Membantu Proses Detoksifikasi Tubuh Secara Alami

Apa Benar Sushi Tergolong Makanan Sehat? Ini Penjelasan Ahli GiziApa Benar Sushi Tergolong Makanan Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi Foto: Getty Images/iStockphoto/Ryzhkov

Rumput laut atau nori yang digunakan dalam pembuatan sushi terbukti sangat bernutrisi. Nori bahkan mengandung 10 kali lebih banyak vitamin dibandingkan bayam.

Selain vitamin, nori mengandung 30 hingga 50% protein dan 0,1% gula. Semua jeis rumput laut juga diketahi mengandung iodin yang tinggi dan dapat membantu proses detoks alami pada tubuh.

Sayangnya, dibalik manfaat kesehatan yang dapat diberikan oleh sushi, hidangan ini juga dapat memberikan risiko kesehatan seperti berikut ini.

1. Memicu Konsumsi Garam yang Tinggi

Rahasia sushi yang lezat adalah sushi yang dibumbui dengan konsentrasi garam yang tinggi. Baik nasi, ikan dan rumput laut yang digunakan akan melalui proses yang berhubungan garam saat pembuatan.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, masalah utama yang ditimbulkan oleh garam adalah ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan garam dari dalam darah. Tubuh akan membutuhkan banyak air untuk mencerna garam yang dapat berdampak pada peningkatan volume darah.

2. Meningkatkan Konsumsi Karbohidrat Olahan

Nasi putih yang digunakan dalam sushi termasuk dalam salah satu karbohidrat olahan. Artinya, ada kandungan gula yang cukup tinggi yang setara dengan kandungan nutrisinya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi karbohidrat olahan berkontribusi dalam meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Nasi putih, secara spesifik, mengandung gula yang tinggi yang dapat mengarah kepada konsumsi gula berlebih dan berdampak pada kenaikan tekanan darah dan kadar insulin.

3. Sumber Merkuri yang Tidak Aman

Menurut Natural Resources Defense Council, ikan yang harus dihindari karena kandungan merkurinya yang tinggi seperti king mackerel, marlin, hiu, ikan pedang, ahi tuna, tuna mata besar dan beberapa ikan lainnya. Kandungan merkuri ini sangat berbahaya jika tertelan dalam jumlah yang banyak.

Pada ahli merekomendasikan untuk benar-benar menghindari ikan ekor kuning dan tuna mata besar. Sedangkan ikan yang sangat direkomendasikan karena kandungan merkurinya yang rendah seperti belut, salmon, kepiting dan kerang.

4. Risiko Keracunan Makanan

parasitic worm and food poisoning. anisakis. anisakiasis. food poisoning. anisakis. anisakiasis. Foto: iStock

Proses menyiapkan sebuah makanan dapat membuat perbedaan yang sangat besar dalam konteks kesehatan dan keamanan makanan. Memasak dengan suhu yang tinggi dapat mengeliminasi kontaminasi patogen, sayangnya proses ini tidak dilalui saat pembuatan sushi.

Para ahli mencatatkan bahwa racun terbesar dari konsumsi makanan mentah, kurang matang atau makanan laut beku adalah perkembangan parasit yang dapat tumbuh secara alami. Parasit ini dapat dengan mudah berpindah ke tubuh manusia dan menyebabkan banyak penyakit.

Baca Juga: Mau Makan Sushi Tapi Lagi Diet? Ini Cara Sehat Menyiasatinya

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com