Bubur Ayam Mantul

Bubur Ayam Argo Jati Ludes 200 Mangkuk dalam 4 Jam, Omzetnya Rp 3 Juta!

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 14 Jan 2021 18:00 WIB
Bubur Ayam Argo Jati Ludes 200 Mangkuk dalam 4 Jam, Omzetnya Rp 3 Juta! Foto: detikfood
FOKUS BERITA Bubur Ayam Mantul
Jakarta -

Pencinta bubur ayam gerobakan bisa cicip Bubur Ayam Argo Jati di kawasan Bendungan Hilir. Harganya murah meriah dan rasanya gurih mantul!

Bubur ayam yang dijajakan di kaki lima tak pernah surut penggemar. Meski hanya bermodalkan gerobak dan bangku-bangku plastik untuk tempat makan pengunjung, kelezatan bubur ayam ini selalu dicari.

Salah satu yang ramai dibicarakan di media sosial adalah Bubur Ayam Argo Jati. Lokasinya ada di depan TCC Batavia, Bendungan Hilir. Jika dari Stasiun MRT Benhil, jaraknya hanya sekitar 250 meter.

Bubur ayam gerobakan ini baru buka pukul 4 sore dan biasanya sudah habis sekitar pukul 8 malam. Racikan buburnya dibuat oleh orang asli Cirebon bernama Bapak Yanto.

Kelezatan bubur ayam Cirebon

Bubur Ayam Argo Jati Ludes 200 Mangkuk dalam 4 Jam, Omzetnya Rp 3 Juta!Bubur Ayam Argo Jati Ludes 200 Mangkuk dalam 4 Jam, Omzetnya Rp 3 Juta! Foto: detikfood

Kepada detikfood (14/1), Bapak Yanto bercerita Bubur Ayam Argo Jati sudah ada sejak 1992. Ia adalah pendiri sekaligus peracik bubur ayam gaya Cirebon ini.

Ciri khas buburnya ialah memiliki tekstur kental dan rasa gurih. Untuk bumbunya tidak memakai kuah kaldu tetapi hanya kecap asin dan lada bubuk. Kecap asinnya istimewa karena diracik sendiri oleh Bapak Yanto.

Pelengkap buburnya berupa suwiran ayam, cakwe, kacang kedelai goreng, seledri, dan bawang goreng. Juga satu pelengkap unik yang jarang ditemui di bubur ayam gerobakan adalah tongcai.

Baca Juga: Ini Beda Bubur Ayam Cirebon, Bandung, hingga Sukabumi

Rasa istimewa tongcai

Bubur Ayam Argo Jati Ludes 200 Mangkuk dalam 4 Jam, Omzetnya Rp 3 Juta!Bubur Ayam Argo Jati Ludes 200 Mangkuk dalam 4 Jam, Omzetnya Rp 3 Juta! Foto: detikfood

Tongcai merupakan sawi putih yang diasinkan. Bentuknya berupa potongan kecil sawi putih berwarna kecokelatan dan rasanya asin.

Biasanya tongcai ditambahkan pada mi dan bubur. Bapak Yanto pun punya alasan tersendiri menambahkan tongcai ke dalam racikan buburnya.

"Pada seneng ada (tekstur) kress... kress... Rasanya juga asin-asin manis," katanya. Setelah itu bubur ayam juga ditambahkan kerupuk dan emping.

Selain tongcai, banyak pelanggan Bubur Ayam Argo Jati menjagokan sambal bubur di sini. Bapak Yanto meraciknya dari paduan cabai dan kacang tanah.

"Sambalnya itu dari cabai rawit, cabai keriting, sama kacang," kata pria ramah ini. Terlihat tekstur sambalnya cukup kental. Rasa pedasnya lumayan kuat dengan jejak rasa gurih kacang yang enak.

Selanjutnya
Halaman
1 2
FOKUS BERITA Bubur Ayam Mantul
FOKUS BERITA Bubur Ayam Mantul

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com