Laris Manis Saat Pandemi, Daun Kelor Dipercaya Tingkatkan Imunitas

Devi Setya - detikFood Kamis, 07 Jan 2021 16:00 WIB
Laris Manis Saat Pandemi, Daun Kelor Dipercaya Tingkatkan Imunitas Foto: Getty Images/iStockphoto/JuanamariGonzalez
Jakarta -

Daun kelor ramai dicari selama pandemi, kandungan nutrisi dan khasiatnya diklaim mampu meningkatkan sistem imun. Apalagi daun kelor punya rasa enak dan bisa diolah jadi berbagai makanan.

Daun kelor yang punya nama latin Moringa oleifera sudah lama dikenal dengan kandungan nutrisinya yang tinggi. Tak jarang, orang tua zaman dulu menjadikan daun kelor sebagai obat herbal dan bahan makanan.

Selain diolah jadi hidangan enak, daun kelor juga memiliki mitos yang dipercaya sebagai pengusir makhluk halus hingga jadi peluntur susuk. Meskipun hanya mitos, tapi banyak orang Indonesia yang percaya.

Di lain sisi, selama pandemi corona daun kelor menjadi pembicaraan publik karena banyak diburu sebagai makanan peningkat sistem imun. Tak ayal, banyak orang berlomba mencari daun kelor. Sayangnya, daun kelor bukanlah jenis sayuran seperti bayam atau kangkung yang bisa mudah didapatkan di pasar.

Pohon kelor liar kerap jadi sasaran untuk dipetik warga, apalagi tanaman ini juga mudah dibudidaya. Cukup menancapkan batang kelor ke tanah, maka pohon bisa langsung tumbuh tanpa perawatan ekstra.

Berikut fakta unik seputar daun kelor yang jadi primadona sejak masa pandemi corona.

1. Diperkenalkan WHO sejak tahun 1998

Laris Manis Saat Pandemi, Daun Kelor Dipercaya Tingkatkan ImunitasLaris Manis Saat Pandemi, Daun Kelor Dipercaya Tingkatkan Imunitas Foto: Getty Images/iStockphoto/JuanamariGonzalez

Daun kelor memiliki bentuk kecil yang tersusun dalam tangkai lunak. Ukuran pohonnya sedang, namun jika ditanam di media yang luas maka pohon ini bisa tumbuh menjadi pohon besar.

Menurut sejarah, pohon kelor berasal dari India namun pohon ini diketahui bisa tumbuh di beberapa negara termasuk Indonesia. Pohon kelor bahkan cenderung mudah ditemui di beberapa daerah. Tak heran kalau masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan daun kelor.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkenalkan daun kelor pada tahun 1998 sebagai alternatif makanan kaya gizi. WHO bahkan menganjurkan agar bayi dan anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan untuk mengonsumsi daun kelor, karena kandungan gizinya yang luar biasa.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Gelar Lomba Masak Daun Kelor, Istri Gibran: Ada Edukasinya"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com